Google Translate

Sabtu, 05 Juni 2010

senjata khas kalimantan " Mandau"




kali ini saya mau bercerita tentang senjata khas dari tanah kelahiran saya yaitu "Mandau"
mandau adalah senjata tajam sejenis parang berasal dari kebudayaan Dayak di Kalimantan. Mandau termasuk salah satu senjata tradisional Indonesia. Berbeda dengan arang, mandau memiliki ukiran - ukiran di bagian bilahnya yang tidak tajam. Sering juga dijumpai tambahan lubang-lubang di bilahnya yang ditutup dengan kuningan atau tembaga dengan maksud memperindah bilah mandau.

tidak hanya pedangnya yang memiliki nilai seni tetapi sarung dari senjata ini juga tidak kalah cantiknya..

Kumpang

Kumpang adalah sarung bilah mandau. Kumpang terbuat dari kayu, dilapisi tanduk rusa, dan lazimnya dihias dengan ukiran. Pada kumpang mandau diberi tempuser undang, yaitu ikatan yang terbuat dari anyaman uei (rotan). Selain itu pada kumpang terikat pula semacam kantong yang terbuat dari kulit kayu berisi pisau penyerut dan kayu gading yang diyakini dapat menolak binatang buas. Mandau yang tersarungkan dalam kumpang biasanya diikatkan di pinggang dengan jalinan rotan.

sedangkan mandau yang untuk diperjual belikan sebagai cinderamata adalah

Ambang

Ambang adalah sebutan bagi mandau yang terbuat dari besi biasa. Sering dijadikan cinderamata. Orang awam atau orang yang tidak terbiasa melihat atau pun memegang mandau akan sulit untuk membedakan antara mandau dengan ambang karena jika dilihat secara kasat mata memang keduanya hampir sama. Tetapi, keduanya sangatlah berbeda. Namun jika kita melihatnya dengan lebih detail maka akan terlihat perbedaan yang sangat mencolok, yaitu pada mandau terdapat ukiran atau bertatahkan emas, tembaga, atau perak dan mandau lebih kuat serta lentur, karena mandau terbuat dari batu gunung yang mengandung besi dan diolah oleh seorang ahli. Sedangkan ambang hanya terbuat dari besi biasa.


Bahan baku dan harga penbutan mandau ini
Menurut literatur di Museum Balanga, Palangkaraya, bahan baku mandau adalah besi (sanaman) mantikei yang terdapat di hulu Sungai Matikei, Desa Tumbang Atei, Kecamatan Sanaman Matikei, Samba, Kotawaringin Timur. Besi ini bersifat lentur sehingga mudah dibengkokan. Mandau asli harganya dimulai dari Rp. 1 juta rupiah. Mandau asli yang berusia tua dan memiliki besi yang kuat bisa mencapai harga Rp. 20 juta rupiah per bilah. Bahan baku pembuatan mandau biasa dapat juga menggunakan besi per mobil, bilah gergaji mesin, cakram kendaraan dan besi batang lain. Piranti kerja yang digunakan terutama adalah palu, betel, dan sebasang besi runcing guna melubangi mandau untuk hiasan. Juga digunakan penghembus udara bertenaga listrik untuk membarakan nyala limbah kayu ulin yang dipakainya untuk memanasi besi. Kayu ulin dipilih karena mampu menghasilkan panas lebih tinggi dibandingkan kayu lainnya.

Mandau untuk cideramata biasanya bergagang kayu, harganya berkisar Rp. 50.000 hingga Rp. 300.000 tergantung dari besi yang digunakan. Mandau asli mempunyai penyang, penyang adalah kumpulan-kumpulan ilmu suku dayak yang didapat dari hasil bertapa atau petunjuk lelulur yang digunakan untuk berperang. Penyang akan membuat orang yang memegang mandau sakti, kuat dan kebal dalam menghadapi musuh. mandau dan penyang adalah merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan turun temurun dari leluhur.

11 komentar:

"om_rame" mengatakan...

saya baru Lihat dan baru tau bahan-bahan mandau yang asLi, memang secara kasat mata mandau yang biasa diperjuaLbeLikan hampir sama namun yang tidak bisa ditiru adaLah gagang yang terbuat dari tanduk rusa tersebut.
ukirannya bagus sob, keren informasinya.

etam grecek mengatakan...

jangan di pakai terbang lagi..sawan urang melihat....salam dari bontang kaltim

Ketawa Bersama Oby mengatakan...

kayaknya pernah lihat....
ehheheheh

Naila mengatakan...

mandau...

aku pernah denger sebelumnya tapi tak sedetail ini, ayuk lestarika budaya kita...

Yudi mengatakan...

selamat malam lor ...???

kunjungan malam ne lor....

Freedom Borneo mengatakan...

@om rame: yep....

sama isinya mas... biasanya mandau yg asli pasti memiliki isi(peliharaan mahluk halus)...

mangkanya gak bisa diperjual belikan....

thx ya dh mampir....^^

Freedom Borneo mengatakan...

@etam grecek:

hahahaha.................

oh ya.. sma2 juga nih dh mau berkunjung ke blog aku...^^

Freedom Borneo mengatakan...

@oby: pernah lihat dimna mas???

Freedom Borneo mengatakan...

@naila: iya... marikita lestarikan budaya kita.....

Freedom Borneo mengatakan...

@yudi: mlm juga lor....

Darma Yoga mengatakan...

hmmmm...nice posting

My Friends