Borneo

Google Translate

Tampilkan postingan dengan label cuap-cuap penulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cuap-cuap penulis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Juni 2010

cari lirik lagu shakira waka waka dan vidionya

ngomong-ngomong piala dunia...

orang-orang pada bicara tentang lagunya shakira...
jadi penasaran ni, kayak apa lagunya... setelah dicari2,di obok2 dari embah google.... nah ketemu juga nih lagunya.....
mantap juga... liriknya seperti ini..

You’re a good soldier
Choosing your battles
Pick yourself up
And dust yourself off
And back in the saddle
You’re on the frontline
Everyone’s watching
You know it’s serious
We’re getting closer
This isnt over
The pressure is on
You feel it
But you’ve got it all
Believe it
When you fall get up
Oh oh…
And if you fall get up
Oh oh…
Tsamina mina
Zangalewa
Cuz this is Africa
Tsamina mina eh eh
Waka Waka eh eh
Tsamina mina zangalewa
Anawa aa
This time for Africa
Listen to your god
This is our motto
Your time to shine
Dont wait in line
Y vamos por Todo
People are raising
Their Expectations
Go on and feed them
This is your moment
No hesitations
Today’s your day
I feel it
You paved the way
Believe it
If you get down
Get up Oh oh…
When you get down
Get up eh eh…
Tsamina mina zangalewa
Anawa aa
This time for Africa
Tsamina mina eh eh
Waka Waka eh eh
Tsamina mina zangalewa
Anawa aa
Tsamina mina eh eh
Waka Waka eh eh
Tsamina mina zangalewa
This time for Africa


keren......

ini vidionya

Jumat, 11 Juni 2010

cari vidio luna ariel, eh malah cari gambar kamar....

wah... wah... minggu-minggu ini orang pada sibuk dengan vidio luna ama ariel, baru muncul vidio luna ama ariel eh muncul lagi vidio aril ama cut tari..

aneh-aneh aja orang-orang disana.....
tapi penasaran juga nih kayak apa ya.. hehehehe.....

btw orang-orang pada sibuk cari vidio luna ama ariel eh aku malah cari disain kamar, karena lagi sibuk mau dekor ulang kamar....

kira-kira embah Google ada gak ya yang punya gambar-gambar kamar yang keren...

setelah dicari beberapa lama akhirnya aku ketemu beberapa gambar kamar yang keren..















Sangking banyaknya jadi bingung nih, kamar ku mau dibuat jadi apa ya...@.@

Selasa, 11 Mei 2010

Award Blog Friends untuk para Blog Sahabat

Award Blog Friends untuk para Blog Sahabat


Hari ini adalah ahri yang special buat saya terutama buat blog saya, karena ini merupakan pertama kalinya saya memberikan sebuah Award Blog Friends kepada blog-blog yang telah join bersama saya..

Selamat buat anda yang mendapatkannya.



Photobucket

1. zona-orang-gila.blogspot.com
2. rahasiaketapang.blogspot.com
3. zona-ketawa-kita.blogspot.com
4. aby-umy.blogspot.com
5. ketapang-insight.blogspot.com
6. saosoblong.blogspot.com
7. bukucatatan-harian.blogspot.com


Blog-blog yang saya sebutkan di atas adalah blog-blog yang meraih award dari Blog Freedom Borneo .

Bagi anda yang ingin tahu bagai mana cara mendapatkan Award dari saya, Silakan Bergabung.
saya akan menerima dengan hangat. Pintu Borneo selalu terbuka buat anda.

Sabtu, 08 Mei 2010

Merasakan Hidup Sendiri Dan Berubah Menjadi Mandiri

Merasakan Hidup Sendiri Dan Berubah Menjadi Mandiri


Ternyata hidup sendiri itu tidak enak, jujur ni, saya baru merasa di saat di tinggal ama mama pergi ke luar kota, haa.. nasip ya nasip, yang biasanya apa-apa mama, sekarang gak bisa ( Manja banget sih ini anak :p)



Ibarat lagu tu seperti lagunya alm.Megi Z, yang lirinya, makan , makan sendiri, cuci baju sendiri, masak pun sendiri.. begitulah pokok lagunya… hehehehe habis gak hapal. Nah jujur, selama ini saya apa-apa masih di urus sama mama, maklum anak bungsu jadi manja dikitlah..



Tapi karena mama gak ada saat ini, mau tidak mau saya belajar jadi anak yang mandiri, saya memulai dari hal-hal yang kecil, seperti, nyuci, masak, ngurus rumah, pekerjaan ibu rumah tangga terpaksa saya yang kerjakan, karena hanya tinggal saya dirumah.. Hiks..Hiks..

Berminggu-minggu penderitaan itu saya lalui, tetapi… Eng.. ing… eng…. Besok mama sudah pulang, senangnya hati ku turun panas demam ku, insana oh insana… eh kok malah iklan………. Cape deh :P



Perasaan senang yang pertama saya rasakan, ketika mendengar bahwa mama besok pulang, jadi saya mengingat-mengingat sedikit semasa ditinggalkan mama pada hari pertama, dimana saya masih memasak nasi yang kagak mateng, ada yang benyek, ada yang keras, bahkan ada yang sampai gak bisa dimakan, kalu sekarang sih dah propesional (suit..suit…), dan pernah satu hari saat itu uang saya yang baru dikasi papa habis, jadi butuh dana segar buat tugas kuliah, nah ortu lagi gak ada ditempat, terpaksa deh kerja banting tulang dari pagi hingga sore untuk mencari uang sedikit.. dan setelah menerima uangnya ternyata berbeda, yang biasanya hanya menadah tangan kepada orang tua, sekarang mencari sendiri, lebih terasa puas uang yang dihasilkan sendiri, dan lebih bisa menghargai uang, ternyata gak enak loh cari uang……..



Ternyata untuk menjadi mandiri itu tidak lah mudah, yang saya ambil dari pengalaman saya , bahwa mandiri itu bukan hanya bertubuh dewasa, atau berpikiran dewasa, tetapi adalah sebuat tanggung jawab yang kita berikan terhadap diri kita maupun orang lain. Selama ini saya berpikir bahwa orang yang sudah mandiri itu pasti pernah mengalami masa-masa sulit sebelum ia menjadi mandiri.



Mungkin bacot-bacot saya ini tidak ada artinya, tapi yang saya harapkan bahwa, jika ada anak yang seperti saya (masih Manja) coba lah merubahnya sedikit demi sedikit karena tidak selamanya kita bisa bergantung kepada orang tua.

Kamis, 22 April 2010

ucapan terima kasih kepada sahabat

Teman Baru (Blog baru)



wih, asik nih, akhirnya gak sia-sia saya tetap bertahan dalam mengblog ini, sekarang saya sudah punya beberapa teman baru di blog, seperti bukucatatan.blogspot.com, zona-ketawa-kita.blogspot.com, rahasiaketapang.blogspot.com, saosoblong.blogspot.com, dan tidak lupa saya mengucapkan kepada teman saya yang selama ini membantu saya, dan terus mensupport saya, terima kasih special buat zona-orang-gila.blogspot.com dan diary-gila-ronney.blogspot.com...
dan untuk para pengunjung saya saya ucapkan terima kasih..

jika menginagat dahulu jadi sedih nih , susah sekali buat dapatkan pengunjung dan sekarang alhamdulilah, berkat bantuan dari embah google, dan teman-teman semuanya, blog ini bisa sedikit dikenal di masyarakat..

semoga kita tetap bisa menjalin hubungan yang baik sesama blogger selamanya...

Selasa, 20 April 2010

Catatan Kecil Majnun

Akhir - akhir ini aku sering lihat orang gila atau bisa disebut TUNA GRAHITA , kok makin banyak yang berkeliaran di jalanan ya.
Bicara soal tuna grahita saya pernah baca disalah satu situs dimana kisah tentang orang tuna grahita ini..
kalu tidak salah ceritanya tentang

Catatan Kecil Majnun



“Ha…ha…haaa……Wheeeeeeek…Majnun gila…Majnun gila”
Terlihat sekelompok pemuda yang lagi asyik nangkring di trotoar tertawa penuh ejekan. Ternyata sosok yang mereka soraki adalah seorang laki-laki kurus, celana panjang di angkat sekitar mata kaki, tak terurus dengan baju ala kadarnya Yang kutahu, memang sosok laki-laki itu sering lewat di jalanan kampungku, dan orang-orang menyebutnya Majnun alias Orgil.
“Wheeeeeeek…Majnun gila…Majnun sableng”, kembali Jaim, pemuda rambut merah gondrong ala F4 mengolok dengan ekspresi moka (monyet Kalimantan). Membuatku terpaku di seberang jalan……
“Majnun…gila? Eh, sebenarnya yang gila siapa? Kalo si Majnun, emang jelas-jelas agak nggak waras, tapi kenapa Jaim ikut-ikutan konslet begitu” pikirku.
Jaim and the ganks saban hari cuma duduk, ngerumpi, main domino, ngegodain orang lewat, apalagi cewek, sweet-sweet da’, apa itu juga nggak lebih gila lagi? Parahnya, mereka sering ngajak temen-temen kampung main togel (toto gelap). Padahal, segoblok-gobloknya Majnun, toh ia nggak pernah main judi. Segila-gilanya orang gila nggak pernah tuh ngegodain orang lewat. Dan sesableng-sablengnya Majnun, ia toh nggak pernah terlibat ngerumpi, apalagi ngrasani orang. Lha kok orang yang ngaku waras tambah seneng ghibah orang lain. Weleh-weleh aku jadi pusing, sebenarnya siapa yang layak mendapat gelar honoris cousa “Majnun”.
Ehm…sudahlah yang jelas Jaim dan konco-konconya memang nggak bisa dibiarkan! Mereka lebih berbahaya dari wabah SARS. Kulihat, sosok lelaki yang dipanggil Majnun berlalu dengan menenteng tas lusuh, berbelok di perempatan jalan. Kata orang sih! Dulunya ia normal-normal aja. Tapi nggak ada yang ngerti kenapa tiba-tiba terlihat jadi aneh. Asal-usulnya aja nggak jelas. Akhirnya secara aklamasi warga kampung menamainya Majnun.
“Awaaaaaaaaas……bruak!!” Teriakan dan suara benturan keras mengagetkanku. Orang-orang semburat kearah suara.
“Ada apa……ada apa?” segera kubergegas ke arah orang-orang itu.
“Siapa……siapa? Oh……Majnun…” Masya Allah, sosok Majnun terlihat terbaring tak bergerak meski tanpa luka di samping tiang listrik. Lima meter di samping kirinya tergeletak seorang pengendara sepeda yang bersimbah darah. Sepedanya hancur diterjang truk.
“Tangkap…tangkap…bakar……bakar!” sebagian orang berusaha memegang sopir truk seraya mengguncang-guncang truk besar itu.
“Oooooiiii…..! Sabar-sabar! Jangan main hakim sendiri,” sebagian warga yang lain berusaha menenangkan. Suasana malam itu jadi memanas dan gaduh. Tapi, untunglah polisi patroli segera datang melerai. Dengan sigap mereka menaikkan sopir truk ke mobil patroli untuk menghindari amukan massa. Beberapa saat kemudian ambulans datang membawa Majnun dan pengendara sepeda, entah kemana.
“Semoga mereka berdua selamat”, ujarku lirih. Lalu lintas pun kembali normal, dan orang-orang pun? membubarkan diri.
“Tapi…eh…itu khan tasnya Majnun” pandanganku tertuju pada tas lusuh dekat tiang listrik. Kuhampiri dan kuraih pelan-pelan. Berat juga, apa isinya? Ingin kubuka, tapi…eh ini kan milik Majnun. Bukan punyaku. Apa hakku ngobrak-ngabrik tas orang? Si Majnun dibawa kemana ya ama ambulans? Baiklah kusimpan dulu, nanti kucari informasi.
Kulanjutkan perjalananku pulang ke rumah dua blok arah timur dari perempatan itu. Sepanjang jalan kuperhatikan wajah-wajah pengendara yang lalu lalang malam itu. Moga-moga mereka bisa ati-ati. Wajah serius kadang-kadang tegang menyembul di balik kaca mobil mengkilatnya. Tidak jarang sebenarnya kulihat nuansa gelisah pada roman muka kebanyakan mereka? saat? aku berangkat sekolah saban hari. Apalagi saat macet… waduh…emosional! Segala jenis umpatan dan makian sahut-menyahut tanpa henti. Kontras banget ama wajah Majnun yang senantiasa tersenyum meski tanpa lawan bicara. Aneh!
Yang lebih heboh lagi Majnun nggak pernah terlihat gelisah mencari sesuap makanan. Toh badannya sehat-sehat aja. Belum pernah sampe check up, rawat inap,? kena kolesterol, darah tinggi, darah rendah apalagi darah yang sedeng. Nggak pernah tuh! Tapi begitulah, seolah fenomena Majnun memberi pelajaran padaku betapa Allah Swt. tidak pernah meninggalkan hamba-Nya. Bagaimanapun keadaannya. Demikian Allah Swt. membagi rizki kepada makhluk-makhluk-Nya dengan sifat Rahman dan Rahim-Nya. Buktinya, ayam kampung di rumah juga seger-seger meski nggak perlu sekolah. Padahal makannya cuma jagung. Lha, terus kenapa aku yang udah sekolah masih bingung juga? Padahal jangankan jagung…beras, ketela, pisang, sampe rujaknya Mbok Nah aku juga doyan. Nggak rasional memang!
Ehm……sampe’ juga. Tok…….tok……tok
“Assalamu’alaikum. Lho sepi ……pada kemana nih everybody?” kutaruh sepatu di rak dan bergegas ke kamar.
“Meooooooong! Astaghfirullah!” tanpa sengaja si Robby (nama kucing kesayanganku) mengobrak- abrik isi tas majnun.
“Dasar kucing tidak punya akal, tas sudah jelek masih diobrak-abrik,” gerutu dengan nada kesal pool. Segera kubereskan dan…oh…apa ini…Mataku terpaku melihat buku kecil bertuliskan Pencarian.
Tanpa sadar kubuka lembar pertama sampul buku itu……terpampang jelas…… nama pemiliknya. Nama: Hamba Allah; Alamat rumah: Bumi Allah; Alamat kantor: Masjid Allah; Nomor Telp: Suara Adzan. Aku tertegun, apa maksud tulisan ini. Tidak sabar kubuka lembaran kedua buku itu :
Majnun, orang-orang memanggilku demikian, padahal mereka tidak tahu bahwa aku baik-baik saja. Mereka menghinaku, tak jarang melempariku kotoran. Tapi sebenarnya jiwa merekalah yang kotor, kenapa dilimpahkan padaku? Mereka tertawa-tawa mengejekku, padahal mereka seharusnya menangis telah berbuat aniaya padaku. Mereka membuang muka padaku, padahal Allah yang Maha Agung senantiasa berkenan menatapku di rumahNya. Mereka merasa jijik padaku, enggan memberi makanan bersihnya padaku. Padahal Rabbku tak pernah malu menciptakanku. Tiada yang tersia dari ciptaanNya. Allahuakbar.
Deg……jantungku seakan berhenti berdenyut. Apa benar ini tulisan Majnun. MasyaAllah. Kubuka lembaran ketiga………….
Hari ini aku lewati malam yang sepi bersama-Mu. Engkaulah satu-satunya yang perduli padaku. Duhai Allah…, kudamba kehadiran-Mu….selalu. Tiada kupeduli tangan kasar mereka. Apalah artinya dengan belai lembut-Mu. Tiada kupeduli dingin malam ini. Apalah artinya dengan hangat kasih-Mu. Tiada kupeduli caci mereka. Apalah artinya dengan merdu firman-Mu. Aku adalah hamba dan Engkaulah penguasanya.
Majnun! Terbayang wajah sosok lelaki itu dibenakku. Tanpa sadar aku pun masih terpekur di depan pintu kamarku. Kubuka lembar keempat…….
Malam ke-100 pencarianku. Telah kudapati sekelompok muda-mudi yang mengaku berakal, menghabiskan waktu di perempatan jalan, diskotik, rumah kosong, berteman alkohol dan narkotika. Syetan-syetan tertawa. Akupun berpaling. Kujumpai pula sekelompok pemuda tunduk dirumah-Mu. Ada yang menangis takut siksa-Mu, ada yang menyesal mohon ampunan-Mu, ada yang tekun membaca firman-Mu. Akupun tersenyum. Duhai Allah…semoga besok Engkau berkenan menjumpaiku.
Kubuka lembar kelima…tapi… kosong. Tak ada goresan tinta sedikitpun. Rupanya itu tulisan terakhirnya. Akupun terdiam, masih kutatap catatan Majnun. Ada yang tidak kumengerti.
Majnun…ternyata…tidak seperti perkiraan orang-orang. Selama ini orang-orang hanya berburuk sangka dengan melihat sosok tubuh dekilnya. Segera kutersadar dan kembali kurapikan buku kecil itu dalam tas lusuh Majnun…atau…siapa dia sebenarnya? Kusimpan tas itu di pojok kamarku. Aku pun bergegas mandi, sholat dan istirahat. Tapi…tak dapat kupejamkan mata. Bayangan, tulisan, dan rasa berdosa? menggema di rongga dada. Malam makin larut Bismika Allahumma Ahya wa bikamuut.
Keesokan harinya, jam 03.30 WIB aku bangun dari tempat tidurku. Dengan rasa malas tercampur terpaksa, akupun pergi ke kamar mandi sekaligus wudhu’. Kulaksanakan sholat tahajjud sebanyak 2 rakaat plus witir 1 rakaat, sambil menunggu adzan shubuh kuiringi dengan baca al-Quran.
Pagi-pagi bolong, aku pergi ke masjid menghadiri kajian Tauming See (Tausiyah Seminggu Sekali) bersama Ustadz Faqih dari Surabaya. Satu jam kulalui di masjid,? akupun pergi rumah sakit “Aisyiyah” tempat Majnun dirawat.
Kutatap dengan penuh iba tubuh kurus tak berdaya yang tergeletak di tempat tidur kamar C-29.
“Assalamualaikum” dengan serta merta Majnun menjawab “Wa’alaikum salam”.
“Aku mau mengantarkan tasmu yang terjatuh saat tabrakan kemarin. Dan saya mohon maaf? karena saya telah membaca bukumu” aku grogi dan menyesal.
“Oh, tidak apa-apa. Terima kasih” sambut Majnun.
Kulihat jam tanganku menunjukkan Jam 08.30 WIB, tanpa berfikir panjang aku pun pamit untuk pulang karena jam 3-4 ada kuliah Konversi Energi I.
“Assalamulaikum” ucapku. Lalu aku pergi dengan rasa syukur dan kagum sambil berkata dalam hati, “Majnun… mudah-mudahan Allah memberikan kesembuhan buatmu… Ya Allah? …Majnun… . Andai mereka semua tahu.

Setelah saya membaca kisah ini saya jadi berpikir kalau ternyata orang yang selama ini dianggap gila ternyata tidak demikian..
saya mengambil suatu hikmah janganlah menilai seseorang dari luarnya saja cobalah kenali juga dari dalam hatinya.


Rabu, 07 April 2010

PAK MOK DAN PAK CIK

hari ini terasa menjadi hari yang sangat melelahkan, bukan karena banyak kerja tapi karna cuaca mendung, sehingga mood nya jadi jelek tau gak kalau cuaca merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan mood kita, karena moodnya lagi jelek jadi malas mau ngapa-ngapain jadi saya mau nulis cerpen aja. ceritanya tentang



bukan kambing.. tapi ini dia...
selamat membaca
" PAK MOK DAN PAK CIK"

Suatu hari, tepatnya hari sabtu jam 5 sore lah kira-kira, pak mok ni pergilah bejalan same pak cik, pas didepan rumah wak haji jainab, terlihatlah anaknya sedang menyapu halaman, anak gadis orang ni bernama Aulia salsabila, orangnya sangat cantik, selain cantik fisik, juga cantik hati, bagus lah sikapnya, lemah lembut lagi dan yang menjadi point plusnya dia ni sarjana pula .
nah kembali kekisah, Setelah tepandang ke anak gadis orang ni, Pak Mok berkata lah kepada Pak Cik "Cik" sambil menepuk pundak pak Cik "Nape Mok" jawab Pak Cik sambil mengarahkan wajahnya ke Pak Mok, "Cobe gak kau lihat Aulia tu bah, canteknye budak tuh, rase mustahel dapat Ciuman dari die, jangankan ciuman pigang tangannye pun kali tak dapat" keluh Pak Mok ,
dengan sedikit menghembuskan napas pak mok menjawab "Hemm... Ni am kau t, macam nyanpun kau tak bise, Gampang mah" dengan menepuk-nepuk dada pak cik menjawabnya.
" Ehh yang bujor sikit bah dulor, kau mau cari penempah e ame wak aji nan, kau kan tau kalu wak aji jainab nyan orang paling diseganek di kampung kite nin", "wai, Maok lihat dak e, aku dapat ciuman dari Aulia tuh"jawab Pak cik, "maok lah" jawab pak mok dengan penasaran.
"Nah kalau kau mau lihat datang am besok kerumah aku jam 5.43 sore dah tu baru kite pegi same-same","aok lah jank".

Akhirnya pak mok dan pak cik pun pergi melewati rumah aulia.
Keesokan harin ya, "Cik... O Cik...." teriak pak mok sambil menggedor pintu rumah pak Cik " Sabar bah dolok, kunci pintu ape lok bah" jawab pak cik sekenanya.
setelah memeriksa apakah rumahnya sudah aman dan terkunci dengan rapak akhrinya sampai lah mereka ditempat sasaran.
"Mok, kau tunggu disini ye, dan lihat aksi aku" perintah pak cik. setelah pak cik memberi intruksi kepada pak mok, pak cik pun pergi kedekat mushola yang jaraknya tidak terlalu jauh dekat rumah wak haji jainab, kira -kira 25 meterlah dari rumah wak haji. Setiba disana Pak cik mencari sendal wak haji dan disembunyikannya dibalik pohon yang tidak jauh dari rumah wak haji, selang beberapa saat keluar lah pak haji ni dari dalam mushola, sambil mondar - mandir pak haji mencari sendalnya, tiba-tiba datang lah , Sipelaku dan tak lain dan tak bukan Pak Cik, "cari ape pak wak haji" tanya pak cik seolah-olah tak tau apa-apa, " cari sendal ku bah,cik kemane ye, seingat ku bah ku taruh disitu tapi pas mau pulang sholat t dak ade agik am" jawab pak haji yang masih sibuk mencari sendalnya.
"Oh sendal wak haji e.?" tanya pak cik, " law sendal wak haji bah di bawa aulia pulang tadi t" jelas pak cik, " eh gian e, nape die bawa sendal aku pulang t, bukan gak die dak ade sendal?" jawab pak haji " ye mane gak saye tahu, saye ambilkan lah ye pak" dengan senyum pak cik pergi meninggalkan pak haji.

Setiba di depan rumahnye pak haji , pak cik pun berteriak " Oo Aulia" dengan suara yang keras dia memanggil gadis tersebut dan dengan seketika pula gadis itu muncul " nepe bang, teriak kencang-kencang t, bukan gak aulia tuli, masih dengar mah saye nin bah" jawab aulia.
"gini abang ni kesini disuroh ame bapak kau, katenye t kau suruh cium aku" jelas pak cik,
"Eh, masak bapak suruh yang macam itu bah, mane lah tege bapak saye, macan itu same saye ni" bantah aulia, dengan seketika pak cik menjawab " Dak pecaye e, ku teriakkan bapak kau ye", " cube am, " jawab aulia, dengan menghimpun udara dari mulut pak cik pun berteriak " DAK MAOK DIBERIKANNYE AK WAK AJI E" teriak pak cik sekeras-kerasnye selang beberapa saat muncul suara jawaban "BERIKAN AULIA".
"nah dak pecaye e kau aulia, disuruh bapak kau cium aku", "iye lah bang" kemudian pun aulia mencium pak cik disebelah kiri pipinya, merasa enak dicium oleh aulia, pak cik nin masih mau minta lagi yang sebelah kanan," wai cuma sebelah ham e, sebelah agik lah" tanya pak cik kepada aulia," eh abang ni bah, mane gak bapak kayak gitu t"," dak percaye e, teriakkan gik nin"
dengan sekuat tenaga pak cik berteriak" WAK HAJI.. SEBELAH KIRI MAH YANG DIKASIKANNYE T" pikir pak haji ni anaknye cuma mengasikan sendalnya sebelah kiri jak, dengan lantang pun pak haji menjawab"BERIKAN KEDUA-DUANYE AM AULIA, USAH SEBELAH JAK" mendengar perintah dari sang ayah aulia pun segera mendaratkan ciumannya ke pipi sebelah kanan pak cik," nak kalu ini kan mantap, abang pulang lok ye aulia","iye bang" aulia menjawab sekenanya saja.

akhirnya pak cik pergi mengambil sendal wak haji yang disembunyikannya dibalik pohon tersebut,dan segera menghampiri wak haji " nih wak, sendaknya","makkaseh ye cik, mun setiap pemude macam ni bah, nyaman kampung kite am" puji wak haji.
didalam hati pak cik berkata " bah wak, mun setiap lelaki didese kite nih bah macam saye anconr masa depan kampung kite nin, dalam satu, dua minggu nin, dak usah ketemu wak haji lok, tetap mati dipelepahnye pakai kayu aku nin".
Akhirnya pak cik pun pergi meninggalkan pak haji dengan senyuman, di sudut lain, pak mok tertawa terpingkal-pingkal melihat aksi dari pak cik nin. Dan kisah pun habis..


nah ceritakan dah saya buat, tapi saya mau berikan nasehat kepada para pembaca, jangan lah mengikuti cara kayak yang dilakukan Pak cik, kerena cara di atas hanyalah karangan saya saja, cerita ini hanya dijadika hiburan bukannya panutan. terima kasih atas kunjungannya..^^

Kamis, 10 September 2009

perkenalan diri


Hai......
<~~ ini aku......
perkenalan dulu ya...

nama ku hendra... ya menurut akte sih gtu tapi
tapi biar gaul pangil aja aku Boy....
kata orang-orang sih muka ku mirif baby face (BooNg^^)
mangkanya di panggil boy.....
aku anak dari Bpk.Tamrin dan Ibu.Sunar..
aku hanya dua bersaudara.. yang satunya wanita....
dan aku ank bungsu.....
riwayat pendidikan ku sih biasa-biasa aja gak ada yang menarik..
pertama aku di SDN.30 ketapang,SMP nya di SMPN.06 ketapang,dan SMA di SMA.ST.Yohanes.
kalu perguruan tingginya aku lebih memilih POLITAP, jurusan pertambangan....

oh ya... ini pertama kalinya aku membuat Blogger ini ... jadi maklum ya jika ada yang gak pas buat di baca...
aku membuat blog ini dengan tujuan menyimpan kenangan-kenangan selama aku hidup di dunia ini.....
mungkin juga ada beberapa tips-tips buat pembaca yang penting anda puas saya juga puas..
hehehe..^^ biar meramai in BlogBlog yang ada di indonesia ini...

cukup skian perkenalan dari saya......

see all next time.......

My Friends