Borneo

Google Translate

Senin, 23 November 2009


GANGGUAN HAID DAN SIKLUS MENSTRUASI

A.SIKLUS MENSTRUASI.
Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan perdarahan dan terjadi secara berulang setiap bulan kecuali pada saat kehamilan.
Menstruasi yang pertama kali (disebut menarke) paling sering terjadi pada usia 11 tahun, tetapi bisa juga terjadi pada usia 8 tahun atau 16 tahun.
Menstruasi merupakan pertanda masa reproduktif pada kehidupan seorang wanita, yang dimulai dari menarke sampai terjadinya menopause.
Hari pertama terjadinya perdarahan dihitung sebagai awal setiap siklus menstruasi (hari ke-1). Siklus berakhir tepat sebelum siklus menstruasi berikutnya.
Siklus menstruasi berkisar antara 21-40 hari. Hanya 10-15% wanita yang memiliki siklus 28 hari.
Jarak antara siklus yang paling panjang biasanya terjadi sesaat setelah menarke dan sesaat sebelum menopause.
Pada awalnya, siklus mungkin tidak teratur. Jarak antar 2 siklus bisa berlangsung selama 2 bulan atau dalam 1 bulan mungkin terjadi 2 siklus. Hal ini adalah normal, setelah beberapa lama siklus akan menjadi lebih teratur.
Siklus dan lamanya menstruasi bisa diketahui dengan membuat catatan pada kalender.Dengan menggunakan kalender tersebut, tandailah siklus anda setiap bulannya. Setelah beberapa bulan, anda bisa mengetahui pola siklus anda dan hal ini akan membantu anda dalam memperkirakan siklus yang akan datang.
Tandai setiap hari ke-1 dengan tanda silang, lalu hitung sampai tanda silang berikutnya. Dengan demikian anda dapat mengetahui siklus anda.
Setiap bulan, setelah hari ke-5 dari siklus menstruasi, endometrium mulai tumbuh dan menebal sebagai persiapan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan.
Sekitar hari ke-14, terjadi pelepasan telur dari ovarium (ovulasi). Sel telulr ini masuk ke dalam salah satu tuba falopii. Di dalam tuba bisa terjadi pembuahan oleh sperma.
Jika terjadi pembuahan, sel telur akan masuk ke dalam rahim dan mulai tumbuh menjadi janin.
Pada sekitar hari ke-28, jika tidak terjadi pembuahan, maka endometrium akan dilepaskan dan terjadi perdarahan (siklus menstruasi). Siklus bisa berlangsung selama 3-5 hari, kadang sampai 7 hari. kemudian dimulai lagi pada siklus berikutnya.
Siklus menstruasi terbagi menjadi 3 fase:
1. Fase Folikuler
Dimulai dari hari 1 sampai sesaat sebelum kadar LH meningkat dan terjadi pelepasan sel telur (ovulasi). Dinamakan fase folikuler karena pada saat ini terjadi pertumbuhan folikel di dalam ovarium.
Pada pertengahan fase folikuler, kadar FSH sedikit meningkat sehingga merangsang pertumbuhan sekitar 3-30 folikel yang masing-masing mengandung 1 sel telur. Tetapi hanya 1 folikel yang terus tumbuh, yang lainnya hancur.
Pada suatu siklus, sebagian endometrium dilepaskan sebagai respon terhadap penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron.
Endometrium terdiri dari 3 lapisan. Lapisan paling atas dan lapisan tengah dilepaskan, sedangkan lapisan dasarnya tetap dipertahankan dan menghasilkan sel-sel baru untuk kembali membentuk kedua lapisan yang telah dilepaskan.
Perdarahan menstruasi berlangsung selama 3-7 hari, rata-rata selama 5 hari. Darah yang hilang sebanyak 28-283 gram. Darah menstruasi biasanya tidak membeku kecuali jika perdarahannya sangat hebat.
2. Fase Ovulatoir
Fase ini dimulai ketika kadar LH meningkat dan pada fase ini dilepaskan sel telur. Sel telur biasanya dilepaskan dalam waktu 16-32 jam setelah terjadi peningkatan kadar LH.
Folikel yang matang akan menonjol dari permukaan ovarium, akhirnya pecah dan melepaskan sel telur. Pada saat ovulasi ini beberapa wanita merasakan nyeri tumpul pada perut bagian bawahnya; nyeri ini dikenal sebagai mittelschmerz, yang berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa jam.
3. Fase Luteal
Fase ini terjadi setelah ovulasi dan berlangsung selama sekitar 14 hari.
Setelah melepaskan telurnya, folikel yang pecah kembali menutup dan membentuk korpus luteum yang menghasilkan sejumlah besar progesteron.
Progesteron menyebabkan suhu tubuh sedikit meningkat selama fase luteal dan tetap tinggi sampai siklus yang baru dimulai.
Peningkatan suhu ini bisa digunakan untuk memperkirakan terjadinya ovulasi.
Setelah 14 hari, korpus luteum akan hancur dan siklus yang baru akan dimulai, kecuali jika terjadi pembuahan.
Jika telur dibuahi, korpus luteum mulai menghasilkan HCG (human chorionic gonadotropin). Hormon ini memelihara korpus luteum yang menghasilkan progesteron sampai janin bisa menghasilkan hormonnya sendiri.
Tes kehamilan didasarkan kepada adanya peningkatan kadar HCG.
4. B. Etiologi
Etiologi ketegangan prahaid tidak jelas. Tetapi mungkin factor penting ialah ketidak seimbangan estrogen dan progesteron dengan akibat retensi cairan dan natrium. dalam hubungan kelainan hormonal. Pada tegangan prahaid terdeapat defisiensi luteal dan pengurangan produksi progesterone.
Factor kejiwaan, masalah dalam keluarga, masalah social, dll. Juga memegang peranan penting yang lebih mudah menderita tegangan prahaid adalah wanita yang lebih peka terhadap perubahan hormonal dalam siklus haid dan terhadap factor-faktor psikologis.





C.Manifestasi klinis
Keluhan terdiri dari gangguan emosional berupa iritabilitas, gelisah, insomnia, nyeri kepala, mual, pembesaran dan rasa nyeri pada mammae, dsb. Sedang pada kasus yang berat terdapat depresi rasa ketakutan, gangguan konsentrasi, dll.
Dismenore primer
- Usia lebih muda
- timbul setelah terjadi nya siklus haid yang teratur
- Nyeri sering terasa sebagai kejang uterus dan spastic
- Nyeri timbul nendahului haid dan neningkat pada hari pertama atau kedua haid
- Tidak dijumpai keadaan patologi pelvik
- Hanya terjadi pada siklus haid yang ovulatprik
- Sering memberikan respons terhadap pengobatan medikamentosa
- Pemeriksaan pelvik normal
- Sering disertai nausea, muntah, diare, kelelahan dan nyeri kepala
Dismenore sekunder
- Usia lebih tua
- Cenderung timbul setelah 2 tahun siklus haid teratur
- Nyeri dimulai saat haid dan meningkat bersama dengan keluar nya darah
- Berhubung dengan kelainan pelvik
- Tidak berhubungan dengan adanya ovulasi
- Seringkali memerlukan tindakan operatif
- Terdapat kelainan pelvik

D.penatalaksanaan
- Progesterone sintetik dosis kecil dapat diberikan selama 8 sampai 10 hari sebelum haid
- Metiltestosteron 5 mg sebagai tablet hisap, jangan lebih dari 7 hari
- Pemberian diuretic selama 5 hari dapat bermanfaat
- Psikoterapi suportif


















Tanda Dan Gejala Postpartum fisiologi

TANDA DAN GEJALA POSTPARTUM FISIOLOGI


A. Definisi
Nifas adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat – alat kandungan kembali seperti pra hamil. Lama masa nifas ini yaitu 6 – 8 minggu (Sinopsis Obstetri Fisiologi Jilid I, Halaman 115).
Nifas adalah massa sesudah persalinan yang diperlukan untuk pulihnya kembali alat kandungan yang lamanya 6 minggu (Perawatan Kebidanan Yang Berorientasi Pada Keluarga, Jilid II, Halaman 68).
Nifas adalah dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat – alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu (Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal). Masa nifas mulai setelah partus selesai dan berakhir setelah ± 6 minggu. Akan tetapi alat seluruh genital baru pulih kembali setelah 3 bulan.
B. Periode nifas

Periode nifas dibagi 3 (Menurut Depkes RI, 1990) antara lain :
a. Immediate puerperium adalah keadaan yang terjadi segera setelah
persalinan sampai 24 jam sesudah persalinan (0 – 24 jam sesudah melahirkan).
b. Early puerperium adalah keadaan yang terjadi pada permulaan puerperium.
Waktu 1 hari sesudah melahirkan sampai 7 hari (1 minggu pertama).
c. Later puerperium adalah waktu 1 minggu sesudah melahirkan sampai 6
minggu.

C. Etiologi
Diduga persalinan mulai apabila uterus telah teregang sampai derajat tertentu.
Tekanan bagian terendah janin pada cervix dan segmen bawah rahim, demikian pula pada plexus nervosus di sekitar cervix dan vagina, merangsang permulaan persalinan.
Siklus menstruasi berulang setiap 4 minggu dan persalinan biasanya mulai pada akhir minggu ke-40 atau 10 siklus menstruasi.
Begitu kehamilan mencapai cukup bulan, setiap faktor emosional dan fisik dapat memulai persalinan.
Beberapa orang percaya bahwa ada hormon khusus yang dihasilkan oleh plasenta apabila kehamilan sudah cukup bulan yang bertanggung jawab atas mulainya persalinan.
Bertambah tuanya plasenta yang mengakibatkan penurunan kadar estrogen dan progesteron dalam darah diduga menyebabkan dimulainya persalinan (Harry Oxorn, 1990, Patologi dan Fisiologi Persalinan; Halaman 103).

D. Anatomi / Fisiologi
Dalam masa nifas, alat – alat genitalia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil. Perubahan-perubahan alat genital secara keseluruhannya disebut involusio.
Setelah janin dilahirkan, fundus uteri setinggi pusat, segera setelah plasenta lahir maka tinggi fundus uteri 2 jari di bawah pusat. Pada hari ke-5 pasca persalinan uterus kurang lebih tinggi 7 cm atas symfisis atau setengah symfisis – pusat, sesudah 12 hari uterus tidak dapat diraba lagi diatas symfisis.
Bagian bekas implantasi plasenta merupakan luka kasar dan menonjol kedalam kavum uteri yang berdiameter 7,5 cm dan sering disangka sebagai bagian plasenta yang tertinggal.
Berat uterus gravidus aterm kira – kira 1.000 gr. Satu minggu pasca persalinan, menjadi kira – kira 500 gr, 2 minggu pasca persalinan 300 gr dan setelah 6 minggu pasca persalinan 40 – 60 gr.
Serviks agak terbuka seperti corong pada pasca persalinan dan konsistensinya lunak.
Endometrium mengalami perubahan yaitu timbulnya trombosis, degenerasi dan nekrosis di tempat implantasi plasenta.
Ligamen, diafragma pelvis, serta fasia yang meregang sewaktu kehamilan dan partus berangsur – angsur kembali seperti semula.
Tidak jarang ligamentum rotundum menjadi kendor yang mengakibatkan uterus jatuh ke belakang. Tidak jarang pula wanita mengeluh “ kandungannya turun “ setelah melahirkan oleh karena ligamentum, fasia, jaringan penunjang alat genetalia menjadi agak kendor. Untuk memulihkan kembali dinjurkan untuk melakukan latihan-latihan tertentu. Luka-luka jalan lahir, seperti luka bekas episiotomi yang telah dijahit, luka pada vagina dan serviks, umumnya bila tidak seberapa luas akan sembuh per-primam,kecuali bila terjadi infeksi. Infeksi mungkain mengakibatkan sellulitis yang dapat menjalar sampai terjadi keadaan sepsis.

E. Manifestasi klinik
Manifestasi klinik pada ibu menyusui dimasa nifas menurut Persis Mary Hammilton yaitu :
Kontraksi pada interval
Interval antar kontraksi secara bertahap memendek.
Durasi dan intensitas kontraksi meningkat
Rasa tidak nyaman mulai di belakang dan menjalar ke abdomen.
Berjalan biasanya menyebabkan meningkatnya intensitas kontraksi.
Dilatasi dan pendataran serviks mengalami kemajuan

F. Laktasi
Kelenjar mamma telah dipersiapkan semenjak kehamilan umumnya produksi ASI baru terjadi hari kedua atau ketiga pasca persalinan, dimana masing-masing buah dada terdiri 14 – 24 lobus yang terletak terpisah satu sama lain oleh jaringan lemak. Laktasi dapat diartikan dengan pembentukan dan pengeluaran air susu ibu Sejak kehamilan muda, sudah terdapat persiapan-persiapan pada kelenjar-kelenjar mamma untuk menghadapi masa laktasi ini. . Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan dan pengeluaran air susu ibu adalah faktor anatomis, faktor biologis makanan yang dimakan ibu, faktor istirahat dan faktor isapan anak.
Terdapat pada perubahan padakedua mamma antara lain sebagai berikut :
1. proliferasi jaringan, terutama kelenjar-kelenjar dan alveolus mamma dan lemak.
2. pada duktus laktiferus terdapat cairan yang kadang-kadang dapat dikeluarkan, berwarna kuning ( kolostrum)
3. hipervaskularisasi terdapat pada permukaan maupun pada bagian dalam mamma. Pembuluh-pembuluh vena berdilatasi dan tampak dengan jelas. Tanda ini merupakan pula salah satu tanda tidak pasti untuk membantu diagnosis kehamilan.dihasilkanpu
4. setelah partus, pengaruh menekan dari estrogen dan progesterone terhadap hipofisis hilang. Timbul pengaruh hormone-hormon hipofisis kembali,antara lain hormone laktogenik ( prolaktin ) yang akan dihasilkan pula.



G. Beberapa Perubahan Lain Pada Masa Nifas
• Perubahan anatamis
After fains atau mules-mules sesudah partus akibat kontraksi uterus kadang-kadang sangat mengganggu selama 2-3 hari postpartum.perasaan mules ini lebih terasa bila wanita tersebut sedang menyusui.
Suhu badan wanita in partu tidak lebih dari 37,5 derajat Celcius,sesudah partu dapat naik ± 0,5 derajat Celcius dari keadaan normal,tetapi tidak melebihi 38 derajat Celcius. Nadi berkisar umumnya antara 60-80 denyutan permenit. Pada masa nifas umumnya denyut nadi lebih labil dibandingkan dengan suhu badan. Pada beberapa kasus ditemukan keadaan hipertensi postpartum. Tetapi ini akan menghilang dengan sendirinya apabila tidak terdapat penyakit-penyakit lain yang menyertainya dalam ± 2 bulan tanpa pengobatan.
Abdomen terutama uterus harus diawasi secara teliti dalam masa nifas. Pada hari pertama tinggi fundus kira-kira satu jari dari bawah pusat,setekah lima hari menjadi 1/3 jarak antara simfisis ke pusat. Dan setelah 10 hari fundus uteri sulit diraba di atas simfisis. Syarat pemeriksaan ini adalah kandung kencing harus kosong.
Lokia adalah secret yang berasal dari kavum uteri dan vagina dalam masa nifas. Pada hari pertama dan kedua disebut lokia rubra atau lokia kruenta yang terdiri atas darah segar bercampur sisa-sisa selaput ketuban, sel-sel desidua, sisa vernik kaseosa, lanugo dan mekoneum. Hari berikutnya darah bercampur lendir disebut lokia sanguinolenta. Setelah satu minggu lokia cair tidak berdarah lagi, warnanya agak kuning, disebut lokia serosa. Setelah dua minggu, lokia hanya merupakan cairan putih disebut lokia alba. Biasanya lokia agak sedikit amis, bila terdapat infeksi.dan akan barbau tak sedap, umpamanya pada adanya lokiostasis ( lokia tidak lancer keluar ).
Pada akhir hari nifas kedua kuman-kuman di vagina dapat mengadakan kontaminasi pada uterus. Akan tetapi tidak semua wanita dalam masa nifas mengalami infeksi oleh karena adanya lapisan pertahanan terdiri atas leokosit yang memisah endometrium yang nekrotik sebab di samping itu kuman-kuman itu relative tidak virulen. Lain halnya bila persalinan belangsung lama dan diadakan tindakan yang menimbulkan perlukaan. Di samping kurangnya virulensi kuman-kuman yang ada, penderita mempunyai pula kekebalan terhadap infeksi. Pertahanan itu akan jauh berkurang atau tidak ada sama sekali bila keadaan umum penderita buruk akibat adanya pendarahan, keletihan syok, luka-luka di jalan lahir dan sebagainya.
Houfbaeur mengemukakan adanya suatu system pertahanan pada dasar ligamentum latum yang terdiri atas kelompok-kelompok infiltrate sel-sel bulat, yang di samping mengadakan pertahanan terhadap penyerbuan kuman-kuman, bermanfaat pula untuk menghilangkan jaringan-jaringan nekrotik.

• Perubahan psikologi pada ibu nifas
Menurut Reva Rubin (1960) proses adaptasi psikologis pada ibu nifas melalui 3 fase yaitu :
a. Fase taking in (fase mengambil).
Terjadinya pada hari 1 – 3 post partum
Dalam memenuhi kebutuhan sangat tergantung pada orang lain.
Sulit mengambil keputusan.
b. Fase taking hold
Terjadinya pda hari 4 – 10 post partum
Sikap aktif dan positif serta lebih mandiri namun masih memerlukan bantuan orang lain.Masih ada kurang percaya diri tetapi fokus perhatian mulai meluas.
Tenaga ibu mulai sehat dan meningkat serta merasa lebih nyaman.
c. Fase letting go
Terjadi setelah 10 hari post partum.
Mulai menjalankan peranannya dan sudah punya konsep.
Mampu merawat bayinya, dirinya sendiri dan mulai sibuk dengan tanggung jawab sebagai ibu.
H. Hemokonsentrasi
Pada masa hamil didapat hubungan pendek yang dikenal sebagai shunt antara sirkulasi ibu dan plasenta. Setelah melahirkan,shunt akan menghilang secara tiba-tiba.Volume darah pada ibu akan bertambah, keadaan ini akan menimbulkan beban pada jantung, sehingga dapat menimbulkan dekompensasi kordis pada penderita –penderita visium kordis. Untung keadaan ini dapat diatasi dengan mekanisme kompensasi dengan timbulnya hemokonsentrasi sehingga volume darah kembali seperti sediakala. Umumnya hal ini terjadi pada hari-hari ke 3 sampai 5 hari postpartum.

I. Test Diagnostik
Test diagnostik yang biasanya diberikan pada ibu nifas yaitu : test laboratorium terutama terhadap hematokrit untuk melihat konsentrasi darah dalam tubuh setelah 3 hari post partum. Normal hematokrit pada saat tersebut adalah 42 %.
J. Penanganan Medik
Penanganan medik yang dilakukan pad ibu nifas adalah :
1. Perawatan perineum
2. Perawatan episiotomi
3. Perawatan hemoroid : hemoroid biasanya menyertai persalinan. Perawatannya dengan memberikan kompres dingin untuk menurunkan atau mengurangi bengkak pada hemoroid.
4. Perawatan payudara

K. Perawatan Postpartum
Perawatan postpartum dimulai sejak kala uri dengan menghindari adanya kemungkinan-kemungkinan perdarahan postpartum dan infeksi. Penolong persalinan harus tetap waspada, sekurang-kurangnya satu jam postpartum, untuk mengatasi kemungkinan perdarahan. Delapan jam postpartum wanita tersebut harus tidur telentang miring ke kiri atau ke kanan, untuk mencegah adanya trombosis. Pada hari kedua bila perlu telah dapat dilakukan latihan-latihan senam. Umumnya pada hari ketiga ia dapat duduk, pada hari keempat berjalan, dan hari kelima dapat dipulangkan.
Diet yang diberikan harus bermutu tinggi dengan cukup kalori, mengandung cukup protein, cairan, serta banyak buah-buahan, karena wanita tersebut mengalami hemokonsentrasi.miksi atau berkemih harus harus secepatnya dapat dilakukan sendiri. Tidak jarang wanita tidak dapat kencing sendiri akibat pada partus muskulus , sepingter vesika et uretrae mengalami tekanan oleh kepala janin sehingga fungsinya terganggu.
Bila wanita itu sangat mengeluh tentang adanya after pains atau mules-mules dapat diberikan analgetik atau sedative supaya ia dapat beristirahat atau tertidur. Delapan jam postpartum wanita tersebut disuruh mencoba menyusui bayinya untuk meransang timbulnya laktasi. Kecuali bila adanya kontraindikasi, seperti wanita yang menderita fitus abdominalis, TB aktif, vitium kordis berat, tireotoksikosis, DM berat, psikosis, putingnya tertarik kedalam ( retracted nipples ), dan morbus Hansen. Bayi dengan labiognato, plato skizis tidak dapat menyusu oleh karena tidak dapat menghisap. Hendaknya hal ini diketahui oleh dokter atau bidan yang menolongnya.minumannya harus diberikan melalui sonde. Bayi yang dilahirkan dengan alat-alat seperti ekstraktor vakum atau cunam dianjurkan untuk tidak menyusu sebelum benar-benar diketahui tidak ada trauma kapitis, karena morbiditas dan mortalitas bayi pada kehamilan tersebut tinggi. Pada hari ketiga atau keempat bayi tersebut baru boleh menyusu bila tidak ada kontraindikasi.

L. Perawatan Mamma
Kedua mamma harus sudah dirawat selama kehamilan,aerola mammae dan putting susu dicuci teratur dengan sabun dan diberi minyak atau kriem agar tetap lemas, agar jangan kelak mudah lecet dan pecah-pecah.Sebelum menyusui mamma harus dibuat lemas dengan melakukan massage serta menyeluruh. Setelah aerola mammae dan puting dibersihkan barulah bayi disusui.
Bila bayi meninggal, laktasi harus dihentikan dengan cara diadakan pembalutan kedua mamma hingga tertekan, dan dapat pula diberikan estrogen, sehingga pengeluaran hormone laktogenik tertekan.

M. Pemeriksaan Postnatal
Di Indonesia ada kepercayaan bahwa wanita bersalin baru dibolehkan keluar rumah setelah 40 hari ;malahan dianjurkan untuk keluar rumah yang dikenal sebagai “ tirap “kebiasaan ini hendaknya dipakai pula oleh para penolong wanita bersalin untuk memesan kembali para ibu 6 minggu sesudah melahirkan.
Yang harus diperiksa adalah :
1. Keadaan umum
2. Keadaan payudara dan putingnya
3. Dinding perut apakah ada hernia
4. Keadaan perineum
5. Kandung kencing ( apakah ada sistokel atau uretrokel )
6. Rectum ( apakah ada retrokel dan pemeriksaan tonus dari muskulus spingter ani )
7. Adanya fluor albus
8. Keadaan serviks,uterus, dan adneksa harus pula diperikasa secara seksama.
Adanya erosio, radang, atau kelainan-kelainan harus segera diobati agar tidak menjadi berat. Fisioterapi baik pula diberikan.
Perdarahan yang mungkin terjadi dalam masa 40 hari ini biasanya disebabkan oleh adanya subinvolusio uteri. Dengan penderita disuruh tidur dan diberi tablet ergometrin umumnya pedarahan akan berhenti. Bila perdarahan tetap ada, maka sebaiknya dikerjakan kerokan untuk menyingkirkan kemungkinan-kemungkinan adanya sisa-sisa plasenta. Haid pertama pada sesudah persalinan kadang-kadang banyak, tetapi tidak jarang ini dapat teratasi dengan tiduran dan pemberian ijskap diatas simfisia. Bila serviks tampak hiperemik, meradang, dan erosi, dan ada persangkaan kearah keganasan, maka seharusnya dilakukan pemeriksaan sitologi dan eksisi percobaan untuk menyingkirkan keganasan. Bila tidak ada keganasan, maka pengobatan dengan kauterasi ( kimiawi dan elekttrik ) atau cryosurgery sudah cukup untuk kelainan tersebut.







DAFTAR PUSTAKA

• Prof.Dr.Prawirohardjo,Sarwono.1984.Ilmu Kebidanan.Jakarta:Yayasan Bina Pustaka.

Senin, 12 Oktober 2009

Kristalografi

Kegiatan belajar 1

Pokok Bahasan : KONSEP KRISTALOGRAFI

Konsep kistalografi, adalah cabang ilmu pengetahuan mineralogi yang mempelajari secara sistimatik dan praktis khususnya tentang bentuk struktur intenal Kristal ikatan unsur kimia anorganik pembentuk kisi-kistal (“ crystal lattice”) dan mempelajari secara sisitimatik dan peraktis khususnya tentang bentukan wujud struktur eksternal Kristal morfologi suatu mineral berupa benda padat homogen ,dapat sebagai benda endapan bahan galian yang terjadi dan terdapat secara alami pada kondisi tekanan,temperature dan pada posisi kedalaman tertentu di kerak bumi dan di permukan bumi.

1. Tujuan Khusus Pembelajaran

1. mengetahui tentang pengertian istilah atom,representative element,octet rule.
2. mengetahui tentang konsep struktur internal Kristal dan barvais space lattice.
3. mengetahui dan memahami tentang sistem Kristal dan kelas Kristal.

B.1 Sub pokok bahasan : geometri dan dimensi internal Kristal

B.1.1 Uraian ringkas tentang atom

Suatu bentuk struktur internal ikatan unsur kimia Kristal,adalah digambarkan secara abstrak sbagai hasil proses ikatan kimia kimia dalam ikatan ion (NaCl) dari unsur kimia anorganik yang mempunyai energi berinteraksi saling bereaksi melalui ikatan struktur atom nucleous dan elektron.

Atom adalah bagian sangat kecil suatu benda,terdiri dari partikel sub atom,yang disebut neutron bersifat netral,proton bermuatan positif dan elekron bermuatan negative, yang mempunyai perbandingan suatu ukuran besaran “amu” (untit masa atom,1 amu = 1.6603 x 10gram) yaitu 1 : 1 : 1/1837.

Neutron mempunyai berat = 1,68 x 10gram

Proton mempunyai berat = 1,67 x 10gram

Elektron mempunyai berat = 9,10 x 10gram

Suatu atom dengan nomor urut atom yang sama tetapi mempunyai berat masa atom yang berbeda, maka atom tersebut mempunyai isotop.

Contoh isotop (H) mempunyai nomor atom 1, tetapi mempunyai berat atom 1 dan 2

Konfigurasi elektron atom suatu unsur kimia adalah berperan penting dalam proses reaksi dan interaksi ikatan kimia yang membentuk suatu molekul benda padat,cair,atau gas.Ikatan kimia pembentuk benda padat bersifat amorf atau dapat berstruktur internal Kristal.

Ikatan kimia suatu unsur atom pada hakekatnya adalah hasil ikatan energi yang berasal dari interaksi nukcleous atom yang satu dengan dengan elektron atom lainnya,yang disebut “octet rule”,yaitu bahwa interaksi reaksi kimia atom bertendensi untuk membentuk sejumlah 8 (delapan) elektron pada “electron_shell”terluar dikenal ikatan kimia kovalen dan ikatan ionic

Contoh ikatan kimia ionik yaitu NaCl membentuk benda padat.

B.1.2 uraian tentang kisi kirtal bravais

“Bravais space lattice” (kisi ruang Kristal Bravais),adalah bentuk geometri 3(tiga) dimensi struktur internal Kristal yang tersusun oleh unit-cell dari ikatan struktur atom unsur kimia tersebut.

Bentuk kisi ruang ruang Kristal bravais mempunyai variasi posisi unit cell yang ditentukan berdasarkan keberadaan titik-titik kisi bidang Kristal. Dikenal yaitu 4(empat) variasi posisi titik Kristal (“lattice points”),yaitu:

- titik kisi Kristal pada ujung bidang,disebut titik sisi kirstal primitive,bersimbol P.

- titik kisi Kristal pada bagian tengah bidang kisi Kristal, disebut “face center” simbol F.

- titik kisi Kristal pada bagian tengah ruang Kristal, disebut “body center” simbol I.

- titik kisi Kristal pada bagian tengah sebagian bidang kisi Kristal, disebut “center”,C.

Ø bentuk struktur internal Kristal isometrik, yaitu jarak antara titik kisi Kristal adalah sama, kisi Kristal membentuk sudut orthogonal ; mempunyai 3 (tiga) variable posisi titik kisi Kristal, yaitu simbol P , I , dan F, dengan unsur-unsur Kristal yaitu a=b=c;.

Ø Bentuk struktur internal heksagonal,yaitu jarak antar titik Kristal pada bidang horizontal adalah sama, namun tidak sama dengan jarak titik Kristal pada bidang Vertikal, horizontal kisi Kristal membentuk sudut ortogonal, sedangkan antar 6 (enam) bidang tegak membentuk posisi sudut 120 ; mempunyai 2 (dua) variabel posisi titik Kristal,yaitu bersimbol C , P, dengan unsure-unsur Kristal yaitu a=b#c; , .

Ø Bentuk struktur internal kristal rhombohedral, yaitu jarak antar titik kisi Kristal adalah sama,memiliki sudut potong antar bidang kisi Kristal membentuk sudut nonortogonal ; mempunyai 1 (satu) variabel posisi titik kisi Kristal, yaitu bersimbol P, dengan unsur-unsur Kristal yaitu a=b=c ; .

Ø Bentuk struktur internal Kristal tetragonal, yaitu jarak titik kisi Kristal pada bidang horizontal adalah sama , namun tidak sama dengan jarak titik kisi Kristal pada posisi vertical, dan membentuk sudut ortogonal ; mempunyai 2(dua) variabel posisi titik kisi Kristal,yaitu P dan I, dengan unsur-unsur Kristal yaitu a=b#c ; .

Ø Bentuk struktur internal Kristal orthoromblik, jarak antar kisi Kristal adalah tidak sama, dengan sudut potong antar bidang kisi Kristal membentuk sudut ortogonal ; mempunyai 4 (empat) variabel posisi titik kisi Kristal, yaitu bersimbol P , C ,I dan F, dengan unsur-unsur Kristal yaitu a#b#c ; .

Ø Bentuk struktur internal Kristal monoklin , yang dicirikan bahwa jarak antar titik kisi Kristal adalah tidak sama, dengan posisi 2(dua) sudut potong antar bidang kisi Kristal membentuk sudut ortogonal, sedangkan 1 (satu) sudut bidang kisi Kristal, yaitu bersimbol P dan C, dengan unsur-unsur Kristal yaitu a#b#c ; .

Ø Bentuk struktur internal Kristal triklin, jarak antara titik kisi Kristal adalah tidak sama,serta

Ø memotong antar bidang kisi Kristal membentuk sudut nonortogonal ; mempunyai 1 (satu) variabel posisi titik kisi Kristal, yaitu bersimbol P, dengan unsur-unsur Kristal yaitu a#b#c ; .

B.2 sub pokok bahasan : geometri dan dimensi eksternal Kristal

B.2.1 Uraian ringkasan tentang eksternal Kristal

Suatu bentuk kubus dari sisitem internal isometrik kisi Kristal,dapat tumbuh beraturan menjadi lima macam bentuk bentuk eksternal Kristal, yaitu menjadi bentuk kubus hexahedron, tabular, prisma-batang, octahedron dan rombik-dodecahedron.

Adapun berkaitan dengan konsep dasar struktur internal Kristal “Bravais Spance Lattice, maka dikenal bentukan geometri tiga dimensi enam jenis sisitem eksternal Kristal mineral, yaitu isometrik, heksagonal,tetragonal orthorombik, monoklin dan triklin.

32 jenis Kristal yaitu:

Sistem kristal


32 kelas kristal

Isometric


Hexoctahedral,gyroidal,hexterahedral,diploidal,tetartoidal

hexagonal


Dihexagonal-dipyramidal, hexagonal-trapezoidal,dihexagonal-pyramidal, ditrigonal-dipyramidal, hexagonal-dipyramidal, hexagonal-pyramidal, trigonal-dipyramidal(“hexagonal division”); hexagonal-scelennohedral, tetragonal-trapezohedral,ditrigonal-pyramidal,rhombohedral,trigonal-pyramidal (“hexagonal-rhombohedral”).

tetragonal


Ditetragonal-dipyramidal, tetragonal-trapezohedral, ditetragonal-pyramidal, tetragonal-scalenohedral,tetragonal-dipyramidal,tetragonal-pyramidal, tetragonal-disphenoidal.

orthorombic


Rhombic-dipyramidal, rhombic-disphenoidal,rhombic pyramidal.

monoclinic


Prismatic, sphenoidal, domanic

triclinic


Pinacoidal, pedial.

Suatu morfologi eksternal Kristal mempunyai cirri bentuk tertentu yaitu “open forms” dan “closed form”.

“Open forms” (bentuk terbuka) adalah dicirikan bentuk prisma dan piramida sedangkan “closed form” (bentuk tertutup) yaitu dicirikan bentukan piramida, trapezohedran dan scalenohedran.

Bentukan Kristal mempunyai ciri-ciri nama hubungan bidang Kristal dan jumlah bidang Kristal yang berkaitan dengan nama kelas Kristal, yaitu sebagai berikut:

v Pedion, bentuk Kristal mewakili satu bidang Kristal saja yang menyatakan bahwa tidak ada bidang Kristal yang saling sejajar,contoh yaitu pedial triklin.

v Pinacoidal, bentuk yang dibatasi oleh dua bidang Kristal yang parallel, contoh yaitu pinacoidal triklin.

v Dome, bentuk Kristal yang dibatasi oleh dua bidang Kristal simetri yang berpotongan.

v Sphenoidal , bentuk Kristal yang dibatasi oleh dua bidang Kristal tidak simetri yang berpotongan.

v Sphenoidal, bentuk Kristal yang dibatasi dua bidang sphenoidal tertutup.

v Prisma bentuk Kristal terbuka mempunyai bidang Kristal yang saling sejajr,dengan jumlah bidang yaitu 3,4,6,8,12 pada suatu sumbu vertical yang sama.

v piramid,bentuk Kristal terbuka,mempunyai bidang segitiga saling berpotongan dibatasi oleh bidang bidang horizontal,dengan jumlah bidang yaitu 3,4,6,8,12, dengan satu sumbu Kristal yang sama.

v Scalenohedron,bentuk Kristal tertutup,terdiri dari dari 8 (tetragonal scalenohedron) atau 12 (hexagonal scalenohedron) bidang segitiga saling berpotongan.

v Trapezohedran, bentuk Kristal tertutup,terdiri dari 6 (trigonal trapezohedraon),8 (tetragonal trapezohedron) dan 12 (hexagonal trapezohedron) bidang trapezium yang saling berpotongan ; 24 bidang trapesium berpotongan (cube trapezohedron).

v Dipiramid,bentuk Kristal tertutup,terdiri dari 6 (trigonal dipyramid), 8 (tetragonal dipyramid),12 (hexagonal dipyramid),16 (ditetragonal dipyramid), 24 (dihexagonal dipyramid), bidang segitiga simetri / refleksi yang saling berpotongan dibatasi oleh bidang horizontal

v Rhombohedron, bentuk Kristal tertutup terdiri 6 bidang Kristal yang saling berpotongan dengan posisi tidak ortogonal.

B.2.2 Uraian-uraian eksternal Kristal

Unsur- unsur eksternal Kristal :

- notasi bidang Kristal

- simetri Kristal

- proyeksi bidang Kristal

- trigonometri bidang Kristal

1. Notasi Bidang Kristal antara lain :

ü Bidang krtistal hanya memotong satu sumbu serta sejajar terhadap sumbu lainnya,notasinya yaitu : (100)paralel sumbu a,b ; (010) parallel sumbu a,c ; (001) parallel a,b

ü Bidang Kristal memotong dua sumbu dan sejajar terhadap sumbu lainya notasinya : (110)memotong sumbu a,b, paralel c ; (011) memotong sumbu b,c, paralel a ; (101) memotong sumbu a,c, paralel b.

ü Bidang Kristal memotong tiga sumbu (a,b,c), maka notasinya (111)

Posisi kedudukan bidang Kristal tersebut di atas dikenal dengan nama indices miller. Adapun angka-angka tersebut diatas adalah beraasal dari parameter ratio sumbu kisi Kristal hasil ukuran dimensi jarak berdasarkan struktur susunan atom “unit cell”.

Selain symbol indices miller dikenal untuk posisi kedudukan bidang Kristal terhadap sumbu Kristal a, b,c, yaitu bersimbol (hkl)untuk tiga sumbu sebagai berikut:

- bila bidang Kristal hanya memotong satu sumbu,serta sejajar terhadap dua sumbu lainya, maka bersimbol (100,101,001)

- bila bidang Kristal memotong dua sumbu,bersimbol (h,k,0 ; hok ; 0kl)

- bila bidang Kristal memotong ketiga sumbu,maka simbolnya, yaitu hkl.

Suatu Kristal mempunyai bidang bidang-bidang yang memotong sumbu Kristal a, b, c; contoh bidang pinacoid memotong semua sumbu,maka bidang ini dinyatakan dalam notasi symbol bidang Kristal a, b, c symbol, berposisi (100),(010) dan (001); bila bidang kristal memotong dua sumbu dan sejajar terhadap satu sumbu lainya ,bidang ini diberisimbol huruf m (110),sedangkan bila bidang Kristal memotong ketiga sumbu a, b, dan c, maka diberi symbol p (111).

2. simetri kristal

dikenal 4(empat) kedudukan posisi simetri,yaitu sebagai berikut :

a) simetri bidang cermin, bahwa kedudukan suatu Kristal dibelah dua menunjukan morfologi sama bentuk berpasangan posisi bidang titik maupun ukuran sudut bidangnya ,seperti cermin (“symmetry plane”)

b) simetri sumbu putar (“symmetry line center”) yang menggambarkan bahwa kedudukan posisi sama bentuk bidang-titik-sudut bidang yang berpasangan nampak berulang bila sumbu c Kristal diputar 180 (2-fold symmetry) ; diputar 120 (3-fold symmetry,trigonal) ; diputar 90 (4-fold symmetry,tetragonal); dan diputar 60 (6-fold symmetry hexagonal).

c) Simetri titik pusat (“symmetry point senter”)yang menggambarkan bahwa kedudukan posisi simetri sama bentuk nampak pada jarak yang sama melalui titik pusat Kristal,posisi simetri ini disebut juga “inversion” (posisi silang).

d) Simetri sumbu pusat putar inverasi/ silang(“symmetry axis of rotary inversion”),yang menggambarkan bahwa kedudukan posisi simetri sama betuk melalui sumbu putar inverse.

Pada kedudukan posisi simetri,dikenal simbol-simbol simetri sumbu, simetri bidang, simetri rotasi inversi dan simetri pusat yang disebut sebagai simbol unsur materi, yaitu :

- A n, A adalah simbol banyaknya sumbu simetri sumbu rotasi (putar) dan sumbu rotasi inverse, dengan perputaran n = 1,2,3,4,6. (1 sumbu dengan 4 putaran = 1 A)

- P , adalah simetri bidang, yang menunjukan simetri bidang cermin (2 bidang cermin = 2P)

- C , adalah simbol simetri pusat atau simetri titik pusat invensi ( satu simetri pusat = C )

Dapat disederhanakan melalui model simetri simbol Hermann-Mauguin, yaitu:

Sabtu, 10 Oktober 2009

Peta GEOLOGI

Pengertian Peta Geologi
Peta geologi adalah bentuk ungkapan data dan informasi geologi suatu daerah/wilayah/ kawasan dengan tingkat kualitas yang tergantung pada skala peta yang digunakan dan menggambarkan informasi sebaran, jenis dan sifat batuan, umur, stratigrafi, struktur, tektonika, fisiografi dan potensi sumber daya mineral serta energi yang disajikan dalam bentuk gambar dengan warna, simbol dan corak atau gabungan Ketiganya.(Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Nomor 1452 K/10/MEM/2000. 2000)

Menurut SNI 13-4691-1998 definisi pengertian peta geologi adalah:
Peta geologi adalah bentuk ungkapan data dan informasi geologi suatu daerah/wilayah/kawasan dengan tingkat kualitas berdasarkan skala.
Peta geologi menggambarkan informasi sebaran dan jenis serta sifat batuan, umur, stratigrafi, stuktur, tektonika,fisiografi dan sumberdaya mineral serta energi.
Peta geologi disajikan berupa gambar dengan warna, simbol dan corak atau gabungan ketiganya. Penjelasan berisi informasi, misalnya situasi daerah, tafsiran dan rekaan geologi, dapat diterangkan dalam bentuk keterangan pinggir.

Peta geologi dapat dibedakan atas peta geologi sistematik dan peta geologi tematik.
Peta geologi sistematik adalah peta yang menyajikan data geologi pada peta dasar topografi
Peta topografi adalah peta ketinggian titik atau kawasan yang dinyatakan dalam bentuk angka ketinggian atau kontur ketinggian yang diukur terhadap permukaan laut rata-rata.
Peta geologi tematik adalah peta yang menyajikan informasi geologi dan/atau potensi sumber daya mineral dan/atau energi untuk tujuan tertentu.

Pemetaan geologi adalah pekerjaan atau kegiatan pengumpulan data geologi, baik darat maupun laut, dengan berbagai metoda.
Sumber daya geologi adalah sumber daya alam yang meliputi sumber daya mineral, energi, air tanah, bentang alam dan kerawanan bencana alam geologi.
Simbol
Merupakan tanda yang dipakai untuk menggambarkan sesuatu pada peta geologi, berupa singkatan huruf, warna, simbol dan corak, atau gabungannya
Singkatan Hurup
Tata Warna
Simbol dan Corak Geologi

singkatan huruF
Satuan kronostratigrafi pada peta geologi ditunjukkan dengan singkatan huruf. Sebagai dokuman/acuan satuan kronostratigrafi adalah tabel yang dibuat oleh Elsevier (1989)
1. Hurup pertama (hurup besar) menyatakan jaman, misalnya P untuk Perem, TR untuk Trias, T untuk Tersier.
2. Hurup kedua (hurup kecil) menyatakan seri, misalnya Tm berarti kala Miosen dalam jaman Tersier.
3. Hurup ketiga (hurup kecil) menyatakan nama formasi atau satuan litologi, misalnya Tmc berarti Formasi Cipluk berumur Miosen.
4. Hurup Keempat (hurup kecil) menyatakan jenis litologi atau satuan peta yang lebih rendah (anggota), misalnya Tmcl berarti anggota batugamping Formasi Cipluk yang berumur Miosen.
5. Hurup kelima digunakan hanya untuk batuan yang mempunyai kisaran umur panjang, misalnya Tpokc berarti Anggota Cawang Formasi Kikim berumur Paleosen-Oligosen.
6. Hurup pT (p kecil sebelum T besar ) digunakan untuk singkatan umur batuan sebelum Tersier yang tidak diketahui umur pastinya.
7. Untuk batuan yang mempunyai kisaran umur panjang, urutan singkatan umur berdasarkan dominasi umur batuan, misalnya QT untuk batuan berumur Tersier hingga Kuarter yang didominasi batuan berumur Quarter; JK untuk batuan berumur Jura hingga Kapur yang didominasi batuan berumur Jura.
8. Batuan beku dan malihan yang tak terperinci susunan dan umurnya cukup dinyatakan dengan satu atau dua buah hurup, misalnya a untuk andesit, b untuk basal, gd untuk granodiorit, um untuk ultramafik atau ofiolit dan s untuk sekis.
9. Batuan beku dan malihan yang diketahui umurnya menggunakan lambang hurup jaman, misalnya Kg berarti granit berumur Kapur.
10. Pada peta geologi skala kecil, himpunan batuan cukup dinyatakan dengan huruf di belakang lambang era, jaman atau sub-jaman; misalnya Pzm berarti batuan malihan berumur Paleozoikum, Ks berarti sedimen berumur Kapur, Tmsv berarti klastika gunungapi berumur Miosen, Tpv berarti batuan gunungapi berumur Paleogen, Tni berarti batuan terobosan berumur Neogen. Satuan bancuh dinyatakan dengan notasi m.

Tata Warna
Warna dipakai untuk membedakan satuan peta geologi, dipilih berasaskan jenis batuan, umur satuan dan satuan geokronologi.
1. Warna dasar yang digunakan adalah kuning, magenta (merah) dan sian (biru) serta gabungannya. Setiap warna dinyatakan dengan sandi 0, 1, 3, 5, 7 dan x, yaitu sandi derajat kekuatan warna
2. Warna yang dipilih untuk membedakan satuan batuan sedimen dan endapan permukaan sepenuhnya menganut sistem warna berdasarkan jenis dan umur. Untuk membedakan beberapa satuan seumur dapat digunakan corak
3. Batuan malihan dibedakan berdasarkan (1) derajat dan fasies serta (2) umur nisbi batuan pra-malihan dan litologi. Tata warna batuan malihan sama dengan batuan sedimen atau mengunakan bakuan warna khusus.
4. Satuan tektonit dinyatakan dengan corak khusus.
5. Batuan gunungapi yang berlapis dan dan diketahui umurnya, mengikuti tata warna untuk batuan sedimen.
6. Simbol dan notasi (corak) yang tertera pada peta geologi harus tertera pada legenda
7.
Simbol dan Corak Geologi
Simbol dan notasi (corak) yang tertera pada peta geologi harus tertera pada legenda dan sebaliknya

Perpetaan

PERPETAAN

Pendahuluan

Peta merupakan sarana pokok yang harus dimiliki oleh setiap wilayah/daerah, atau dalam hal ini perusahaan pertambangan, untuk memungkinkan pelaksanaan tertib penyelenggaraan administrasi dengan baik, yang mencakup luas areal, potensi sumber daya mineral serta energi, disamping peta juga mampu menunjukan posisi dan letak suatu bangunan, juga kondisinya.

DEFINISI PETA

Peta adalah penyajian secara grafis seluruh atau sebagian kecil unsur permukaan bumi dengan suatu perbandingan atau skala tertentu yang menggambarkan diatas suatu bidang datar melalui suatu proyeksi. Peta menyajikan unsur-unsur di permukaan bumi dengan cara memilih, meyelesaikan atau menganalisir sesuai dengan maksud dan tujuan dari pembuatan peta tersebut. (Ilmu Ukur Tanah Bagian I. 2002).

Jenis-Jenis Peta

o Peta Topografi yaitu peta yang memperlihatkan posisi harizontal dan unsur alam dan unsur buatan manusia dalam suatu bentuk tertentu serta ketinggian atau posisi vertikal dari permukaan bumi/terrain terhadap bidang referensi (acuan)

o Peta Tematik yaitu suatu bentuk peta yang menyajikan unsur-unsur tertentu dari permukaan bumi sesuai dengan topik atau judul petanya.

Contoh Peta Tematik

o Peta Hidrologi yaitu peta yang memuat informasi tentang keadan dasar lautan, kedalaman air serta keterangan-keterangan lain yang diperlukan untuk pelayaran.

o Peta geologi yaitu peta yang memuat informasi tentang keadaan geologis suatu daerah, bahan-bahan pembentuk dari suatu lapisan, batuan dan lain-lain.

o Peta Irigasi yaitu peta yang memuat informasi tentang jaringan irigasi suatu pengairan.

o Peta Kadaster peta yang memaut informasi bata-batas kepemilikan tanah, batas wiliyah atau batas tanah.

o Peta Tata Guna Lahan yaitu peta yang memuat informasi tentang rencana induk pengembangan fungsi suatu wilayah.

Tujuan Pemetaan

o Adapun beberapa tujuan pembuatan peta, antara lain (sasongko. 1993):

a. Untuk menyampaikan informasi

b. Media komunikasi tetang informasi ruang

c. Membantu dalam membuat desian ataupun perencanaan teknis

d. Mendukung suatu pekerjaan teknis dan navigasi

e. Untuk menganalisis data pengukuran.

Fungsi Pemetaan

Secara umum fungsi peta dapat dikaitkan dengan berbagai macam kepentingan antara lain: bidang pemerintahan, bidang hankam, politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain. Dalam hal pembuatan peta yang standar sesuai dengan kebutuhan.

Peta mempunyai fungsi antara lain (Sasongko. 1993):

a. Menunjukan sautu lokasi, yaitu letak suatu tempat dalam hubungannya dengan tempat lain di permukaan bumi.

b. Memperhatikan bentuk

c. Memperhatikan ukuran

d. Menunjukan arah

e. Menghimpun data.

Pertimbangan utama dalam penentuan jenis peta pada umumnya antara lain :

Ø Pembuatan peta dengan spesifikasi tertentu mempunyai konsekwensi pada biaya dan waktu yang dibutuhkan, makin tinggi spesifikasi yang harus dipenuhi, maka semakin tinggi pula biaya dan waktu yang dibutuhkan.

Ø Tingkat kebutuhan akan peta dari suatu desa dengan desa lainnya akan berbeda tergantung dari jumlah serta jenis permasalahan yang dihadapinya.

Persyaratan Pemetaan

Dalam sebuah peta harus memberikan gambaran secara jelas informasi-informasi yang dibutuhkan sesuai dengan tingkat kebutuhan user, yang secara umum harus memuat, Legenda (Keterangan simbol dan warna) juga garis lintang dan bujur yang disebut juga garis astronomi. Garis Astronomi ini adalah garis khayal/abstrak pada globe atau peta yang digunakan untuk mencari letak suatu tempat dimuka bumi yang terdiri dari garis Lintang (Paralel) dan garis Bujur (Meridien)

Skala Peta

Skala peta adalah perbading jarak yang tercantum pada peta dengan jarak sebenar nya yang dinyatakan dalam angka atau garis atau gabungan keduanya.


Skala dapat diklasifikasikan sebagai berikut (sinaga. 1992):

o Skala besar, lebih besar 1:10.000

1 : 10.000

1 : 2.500

1 : 1.250

o Skala Menengah, antara 1:10.000 s/ 1:25.000

o Skala Kecil, lebih kecil 1: 25.000

Simbol atau Leganda

Adalah keterangan yang menunjukkan suatu tempat, waktu dan lain sebagainya dengan menggunakan simbol-simbol tertentu yang umum serta garis garis yang membedakan batas dan satuan warna warna untuk membedakan ketinggian dan kedalaman tempat.

Simbol atau Legenda


My Friends