Borneo

Google Translate

Kamis, 26 November 2009

Kue Salju



Bahan :


* 600 gr Tepung terigu
* 300 gr Kacang mete (disangrai dan ditumbuk halus)
* 200 gr Gula pasir yang agak halus / gula kastor
* 500 gr Margarin (dibekukan, lalu potong - potong)
* 300 gr Gula halus
* 1/2 sdt Vanili


Cara Membuat :

* Campurkan tepung terigu, kacang mete, gula pasir dan margarin jadi satu.
* Remas - remas adonan dengan tangan hingga tercampur rata.
* Simpan dalam lemari pendingin selama 50 menit.
* Ambil 2 sdt adonan, bulatkan dan bentuk seperti bulan sabit.
* Buat hingga adonan habis.
* Letakkan diatas loyang yang telah diolesi mentega, panggang dalam oven hingga matang.
* Angkat dan dinginkan selama 5 menit.
* Gulingkan kedalam campuran gula halus dan vanili.

dan kue saljunya siap di sajikan...
semoga bermanfaat ya...

Es teler


Bahan :

*

1 kaleng kelapa muda (young coconut meat in syrup)

*

1 kaleng nangka (jack fruit in syrup

Kedua bahan tersebut di atas dapat diperoleh di oriental market

Cara membuat :

*Tiriskan kelapa muda dan nangka (air/sirupnya jangan dibuang)
*Potong-potong kelapa muda dan nangka sesuai selera
*Campur kembali kelapa muda dan nangka yang sudah dipotong-potong bersama sirupnya tadi.
*Belah alpokat dan keruk dengan menggunakan sendok lalu masukan kedalam campuran nangka dan kelapa muda. Tambahkan susu, gula, vanili dan garam secukupnya.
* Hidangkan dengan es batu.

*Vanili/vanilla 1 sendok teh
* gula pasir secukupnya
*1/4 sendok teh garam halus
* 1 quart milk/susu Vitamin D (whole milk)
Kelima macam bahan tersebut dapat diperoleh di grocery
* es batu secukupnya.

selamat mencoba^^

Bulldozer ( bulldozer dan angledozer ) dapat dibagi menjadi 2 :
* Crawler tractormounted bulldozer.
* Wheeltractor mounted bulldozer.

Menurut cara menaikkan dan menurunkan blade-nya, bulldozer diklasifikasikan sebagai:
1. Cable controlled
2. Hydroulic controlled

Keuntungan dari cable controlled :
1.Sederhana dalam pemasangan dan operasi
2.Sederhana dalam perbaikan
3.Mengurangi bahaya kerusakan mesin karena blade dapat digerakkan keatas dan melampaui rintangan yang kaku.

Keuntungan dari hydroulic controlled :
1.Kemampuan untuk mengahasilkan tekanan yang tinggi pada bagian bawah blade, sebagai tambahan pada beratnya untuk memaksa blade menembus tanah.
2.Kemampuan untuk menjaga penempatan posisi blade yang lebih tepat.
Bulldozer disebut sebagai alat yang cakap pada pelbagai pekerjaan, dapat digunakan sejak awal hingga akhir pekerjaan, yaitu :
3.Pembersihan ( clearing ) tanah/daerah dari kayu dan tanggul
4.Membuat pias jalan melalui pegunungan dan medan berbatu
5.Memindahkan tanah sejauh kira-kira 100 m
6.Membantu memuati scraper
7.Menyebarkan tanah
8.Menimbum lubang-lubang galian
9.Membersihkan site dari sampah
10.Memelihara jalan pengangkutan
11.Membersihkan tempat-tempat sumber tanah dan lahan

Bulldozer dilengkapi dengan blade tegak lurus pada arah perjalanan dan angledozer dilengkapi dengan blade yang dipasang tidak tegak lurus pada arah perjalanan. Bulldozer mendorong tanah kedepan sedangkan angledozer mendorong tanah kedepan dan ke satu sisi.
Beberapa jenis blade dapat distel untuk memungkinkan penggunaannya sebagai bulldozer atau angledozer.
Ukuran bulldozer dinyatakan/ditandai oleh panjang dan tinggi dari blade.

Crawler mounted dan wheel mounted bulldozer
Pada mulanya bulldozer hanya dipasang ( mounted ) pada crawler tractor, tetapi dengan berkembangnya sheel tractor maka bulldozer juga dipasang pada wheel tractor.








Keuntungan Crawler-mounted bulldozer ( rantai ) :
1.Kemampuan memberikan daya tarik yang lebih besar, terutama pada operasi di tanah lunak seperti tanah lepas atau berlumpur.
2.kemampuan untuk bergerak diatas permukaan berlumpur.
3.kemampuan untuk beroperasi di daerah berbatu dimana roda karet dapat rusak.
4.kemampuan untuk bergerak diatas permukaan kasar, yang dapat mengurangi biaya pemeliharaan jalan angkutan.
5.lebih dangkal masuk ke tanah lunak, karena tekanan yang lebih rendah pada track.
6.penggunaan yang lebih besar pada berbagai pekerjaan.

Keuntungan wheel- mounted bulldozer ( karet ) :
1.kecepatan gerak lebih tinggi.
2.tidak membutuhkan alat angkutan untuk mentransport bulldozer ke lokasi pekerjaan.
3.Outputnya lebih besar, terutama jika faktor bergerak diperlukan.
4.Kelelahan operator kurang.
5.kemampuan untuk bergerak pada jalan beraspal tanpa menimbulkan kerusakan permukaan.

Jika pemakaian alat mempunyai pekerjaan yang cukup besar sehingga perlu membeli alat-alat khusus, maka harus memilih alat yang paling tepat untuk pekerjaan tersebut. Akan tetapi bila pekerjaan hanya kecil saja, tetapi perlu membeli alat khusus, dianjurkan memilih alat yang dapat digunakan juga pada pekerjaan lain. Dalam hal ini pemilihan alat yang cakap untuk perbagai macam pekerjaan merupakan tindakan yang bijaksana.

Pada penggunaan bulldozer, hal yang penting ialah mengenai blade-nya
1.Straight blade/ S blade
Penggunaan : pioneering, penggalian struktur dan penimbunan, mendorong material kohesif pada jarak pendek dan menengah. Dengan memiringkan blade, ujungnya baik untuk menggali tanah keras dan membongkar.
2.Angle blade/ A blade
Lebih panjang 30 – 60 cm dan lebih berat dari S blade, tetapi potongan melintangnya lebih tipis. Penggunaan : mendorong kesamping
3.Universal blade / U blade
Kokoh seperti S blade, punya sayap di ujung blade yang dapat dibengkokkan sampai 25° untuk mengurangi ceceran pada saat mendorong material lepas.
Penggunaan : mendorong tanah non-kohesif, pioneering dan land clearing.
4.Chushion blade / C blade
Lebih pendek dari S blade, lebih berfungsi sebagai alat pembantu daripada sebagai alat untuk berproduksi.
5.Special blade : blade yang dibuat untuk tujuan khusus.

Macam-macam gerakan blade.
a.Tilting, gerakan memiringkan blade pada bidangnya.
b.Pitching, gerakan blade ke depan dan ke belakang, menggangguk.
c.ngling, gerakan blade dengan membuat sudut terhadap arah gerak.




Penggunaan Bulldozer
1.Membersihkan daerah/ land clearing
Bulldozer digunakan secara extensive pada pekerjaan pembersihan daerah/tanah. Jika pohon-pohon tidak terlalu besar, blade dozer diturunkan tepat dibawah permukaan tanah, dan dengan menggerakkan traktor ke depan, semak-semak dan kayu akan terdorong kedepan. Blade dozer khusus yang dilengkapi dengan gigi yang mengarah ke bawah dapt digunakan untuk mencegah terangkatnya topsoil.
Jika pohon-pohonnya besar, perlu meningkatkan pengungkitan dengan mengangkat blade setinggi-tingginya untuk mendorong roboh pohon-pohon tersebut.
Jika usaha ini tidak memungkinkan, perlu untuk menurunkan satu sisi danri blade dan menggali cukup dalam seputar pohon untuk memotong akar-akar horisontal, lalu pohon didorong roboh.
Metode lain dari pembersihan tanah, jika tidak perlu memindahkan semak belukar pada operasi pertama, ialah dengan mengikatkan ujung-ujung tali pada traktor yang besar dan menariknya melalui pohon. Umumnya tali akan menarik pohon beserta akar-akarnya keatas tapi kadang-kadang juga memotong pohon.
Tali yang dipakai berukuran 1,25 sampai 2 inch.
Jika disyaratkan tali tidak mengenai tanah, bola baja kosong kira-kira berdiameter 8 ft dapat dihubungkan dengan tali pada titik tengahnya.
Jika traktor tidak mempunyai daya tarik yang cukup untuk menarik tali, traktor dapat diikat ke pohon besar dan tali ditarik dengan derek.
Sesudah pohon-pohon dirobohkan, lalu ditumpuk dan dibakar. Jika tali tidak merobohkan semua pohon-pohon kecil dan semak belukar, perlu menyelesaikan permbersihan dengan bulldozer konvensional atau alat lain.


Senin, 23 November 2009


GANGGUAN HAID DAN SIKLUS MENSTRUASI

A.SIKLUS MENSTRUASI.
Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan perdarahan dan terjadi secara berulang setiap bulan kecuali pada saat kehamilan.
Menstruasi yang pertama kali (disebut menarke) paling sering terjadi pada usia 11 tahun, tetapi bisa juga terjadi pada usia 8 tahun atau 16 tahun.
Menstruasi merupakan pertanda masa reproduktif pada kehidupan seorang wanita, yang dimulai dari menarke sampai terjadinya menopause.
Hari pertama terjadinya perdarahan dihitung sebagai awal setiap siklus menstruasi (hari ke-1). Siklus berakhir tepat sebelum siklus menstruasi berikutnya.
Siklus menstruasi berkisar antara 21-40 hari. Hanya 10-15% wanita yang memiliki siklus 28 hari.
Jarak antara siklus yang paling panjang biasanya terjadi sesaat setelah menarke dan sesaat sebelum menopause.
Pada awalnya, siklus mungkin tidak teratur. Jarak antar 2 siklus bisa berlangsung selama 2 bulan atau dalam 1 bulan mungkin terjadi 2 siklus. Hal ini adalah normal, setelah beberapa lama siklus akan menjadi lebih teratur.
Siklus dan lamanya menstruasi bisa diketahui dengan membuat catatan pada kalender.Dengan menggunakan kalender tersebut, tandailah siklus anda setiap bulannya. Setelah beberapa bulan, anda bisa mengetahui pola siklus anda dan hal ini akan membantu anda dalam memperkirakan siklus yang akan datang.
Tandai setiap hari ke-1 dengan tanda silang, lalu hitung sampai tanda silang berikutnya. Dengan demikian anda dapat mengetahui siklus anda.
Setiap bulan, setelah hari ke-5 dari siklus menstruasi, endometrium mulai tumbuh dan menebal sebagai persiapan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan.
Sekitar hari ke-14, terjadi pelepasan telur dari ovarium (ovulasi). Sel telulr ini masuk ke dalam salah satu tuba falopii. Di dalam tuba bisa terjadi pembuahan oleh sperma.
Jika terjadi pembuahan, sel telur akan masuk ke dalam rahim dan mulai tumbuh menjadi janin.
Pada sekitar hari ke-28, jika tidak terjadi pembuahan, maka endometrium akan dilepaskan dan terjadi perdarahan (siklus menstruasi). Siklus bisa berlangsung selama 3-5 hari, kadang sampai 7 hari. kemudian dimulai lagi pada siklus berikutnya.
Siklus menstruasi terbagi menjadi 3 fase:
1. Fase Folikuler
Dimulai dari hari 1 sampai sesaat sebelum kadar LH meningkat dan terjadi pelepasan sel telur (ovulasi). Dinamakan fase folikuler karena pada saat ini terjadi pertumbuhan folikel di dalam ovarium.
Pada pertengahan fase folikuler, kadar FSH sedikit meningkat sehingga merangsang pertumbuhan sekitar 3-30 folikel yang masing-masing mengandung 1 sel telur. Tetapi hanya 1 folikel yang terus tumbuh, yang lainnya hancur.
Pada suatu siklus, sebagian endometrium dilepaskan sebagai respon terhadap penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron.
Endometrium terdiri dari 3 lapisan. Lapisan paling atas dan lapisan tengah dilepaskan, sedangkan lapisan dasarnya tetap dipertahankan dan menghasilkan sel-sel baru untuk kembali membentuk kedua lapisan yang telah dilepaskan.
Perdarahan menstruasi berlangsung selama 3-7 hari, rata-rata selama 5 hari. Darah yang hilang sebanyak 28-283 gram. Darah menstruasi biasanya tidak membeku kecuali jika perdarahannya sangat hebat.
2. Fase Ovulatoir
Fase ini dimulai ketika kadar LH meningkat dan pada fase ini dilepaskan sel telur. Sel telur biasanya dilepaskan dalam waktu 16-32 jam setelah terjadi peningkatan kadar LH.
Folikel yang matang akan menonjol dari permukaan ovarium, akhirnya pecah dan melepaskan sel telur. Pada saat ovulasi ini beberapa wanita merasakan nyeri tumpul pada perut bagian bawahnya; nyeri ini dikenal sebagai mittelschmerz, yang berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa jam.
3. Fase Luteal
Fase ini terjadi setelah ovulasi dan berlangsung selama sekitar 14 hari.
Setelah melepaskan telurnya, folikel yang pecah kembali menutup dan membentuk korpus luteum yang menghasilkan sejumlah besar progesteron.
Progesteron menyebabkan suhu tubuh sedikit meningkat selama fase luteal dan tetap tinggi sampai siklus yang baru dimulai.
Peningkatan suhu ini bisa digunakan untuk memperkirakan terjadinya ovulasi.
Setelah 14 hari, korpus luteum akan hancur dan siklus yang baru akan dimulai, kecuali jika terjadi pembuahan.
Jika telur dibuahi, korpus luteum mulai menghasilkan HCG (human chorionic gonadotropin). Hormon ini memelihara korpus luteum yang menghasilkan progesteron sampai janin bisa menghasilkan hormonnya sendiri.
Tes kehamilan didasarkan kepada adanya peningkatan kadar HCG.
4. B. Etiologi
Etiologi ketegangan prahaid tidak jelas. Tetapi mungkin factor penting ialah ketidak seimbangan estrogen dan progesteron dengan akibat retensi cairan dan natrium. dalam hubungan kelainan hormonal. Pada tegangan prahaid terdeapat defisiensi luteal dan pengurangan produksi progesterone.
Factor kejiwaan, masalah dalam keluarga, masalah social, dll. Juga memegang peranan penting yang lebih mudah menderita tegangan prahaid adalah wanita yang lebih peka terhadap perubahan hormonal dalam siklus haid dan terhadap factor-faktor psikologis.





C.Manifestasi klinis
Keluhan terdiri dari gangguan emosional berupa iritabilitas, gelisah, insomnia, nyeri kepala, mual, pembesaran dan rasa nyeri pada mammae, dsb. Sedang pada kasus yang berat terdapat depresi rasa ketakutan, gangguan konsentrasi, dll.
Dismenore primer
- Usia lebih muda
- timbul setelah terjadi nya siklus haid yang teratur
- Nyeri sering terasa sebagai kejang uterus dan spastic
- Nyeri timbul nendahului haid dan neningkat pada hari pertama atau kedua haid
- Tidak dijumpai keadaan patologi pelvik
- Hanya terjadi pada siklus haid yang ovulatprik
- Sering memberikan respons terhadap pengobatan medikamentosa
- Pemeriksaan pelvik normal
- Sering disertai nausea, muntah, diare, kelelahan dan nyeri kepala
Dismenore sekunder
- Usia lebih tua
- Cenderung timbul setelah 2 tahun siklus haid teratur
- Nyeri dimulai saat haid dan meningkat bersama dengan keluar nya darah
- Berhubung dengan kelainan pelvik
- Tidak berhubungan dengan adanya ovulasi
- Seringkali memerlukan tindakan operatif
- Terdapat kelainan pelvik

D.penatalaksanaan
- Progesterone sintetik dosis kecil dapat diberikan selama 8 sampai 10 hari sebelum haid
- Metiltestosteron 5 mg sebagai tablet hisap, jangan lebih dari 7 hari
- Pemberian diuretic selama 5 hari dapat bermanfaat
- Psikoterapi suportif


















Tanda Dan Gejala Postpartum fisiologi

TANDA DAN GEJALA POSTPARTUM FISIOLOGI


A. Definisi
Nifas adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat – alat kandungan kembali seperti pra hamil. Lama masa nifas ini yaitu 6 – 8 minggu (Sinopsis Obstetri Fisiologi Jilid I, Halaman 115).
Nifas adalah massa sesudah persalinan yang diperlukan untuk pulihnya kembali alat kandungan yang lamanya 6 minggu (Perawatan Kebidanan Yang Berorientasi Pada Keluarga, Jilid II, Halaman 68).
Nifas adalah dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat – alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu (Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal). Masa nifas mulai setelah partus selesai dan berakhir setelah ± 6 minggu. Akan tetapi alat seluruh genital baru pulih kembali setelah 3 bulan.
B. Periode nifas

Periode nifas dibagi 3 (Menurut Depkes RI, 1990) antara lain :
a. Immediate puerperium adalah keadaan yang terjadi segera setelah
persalinan sampai 24 jam sesudah persalinan (0 – 24 jam sesudah melahirkan).
b. Early puerperium adalah keadaan yang terjadi pada permulaan puerperium.
Waktu 1 hari sesudah melahirkan sampai 7 hari (1 minggu pertama).
c. Later puerperium adalah waktu 1 minggu sesudah melahirkan sampai 6
minggu.

C. Etiologi
Diduga persalinan mulai apabila uterus telah teregang sampai derajat tertentu.
Tekanan bagian terendah janin pada cervix dan segmen bawah rahim, demikian pula pada plexus nervosus di sekitar cervix dan vagina, merangsang permulaan persalinan.
Siklus menstruasi berulang setiap 4 minggu dan persalinan biasanya mulai pada akhir minggu ke-40 atau 10 siklus menstruasi.
Begitu kehamilan mencapai cukup bulan, setiap faktor emosional dan fisik dapat memulai persalinan.
Beberapa orang percaya bahwa ada hormon khusus yang dihasilkan oleh plasenta apabila kehamilan sudah cukup bulan yang bertanggung jawab atas mulainya persalinan.
Bertambah tuanya plasenta yang mengakibatkan penurunan kadar estrogen dan progesteron dalam darah diduga menyebabkan dimulainya persalinan (Harry Oxorn, 1990, Patologi dan Fisiologi Persalinan; Halaman 103).

D. Anatomi / Fisiologi
Dalam masa nifas, alat – alat genitalia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil. Perubahan-perubahan alat genital secara keseluruhannya disebut involusio.
Setelah janin dilahirkan, fundus uteri setinggi pusat, segera setelah plasenta lahir maka tinggi fundus uteri 2 jari di bawah pusat. Pada hari ke-5 pasca persalinan uterus kurang lebih tinggi 7 cm atas symfisis atau setengah symfisis – pusat, sesudah 12 hari uterus tidak dapat diraba lagi diatas symfisis.
Bagian bekas implantasi plasenta merupakan luka kasar dan menonjol kedalam kavum uteri yang berdiameter 7,5 cm dan sering disangka sebagai bagian plasenta yang tertinggal.
Berat uterus gravidus aterm kira – kira 1.000 gr. Satu minggu pasca persalinan, menjadi kira – kira 500 gr, 2 minggu pasca persalinan 300 gr dan setelah 6 minggu pasca persalinan 40 – 60 gr.
Serviks agak terbuka seperti corong pada pasca persalinan dan konsistensinya lunak.
Endometrium mengalami perubahan yaitu timbulnya trombosis, degenerasi dan nekrosis di tempat implantasi plasenta.
Ligamen, diafragma pelvis, serta fasia yang meregang sewaktu kehamilan dan partus berangsur – angsur kembali seperti semula.
Tidak jarang ligamentum rotundum menjadi kendor yang mengakibatkan uterus jatuh ke belakang. Tidak jarang pula wanita mengeluh “ kandungannya turun “ setelah melahirkan oleh karena ligamentum, fasia, jaringan penunjang alat genetalia menjadi agak kendor. Untuk memulihkan kembali dinjurkan untuk melakukan latihan-latihan tertentu. Luka-luka jalan lahir, seperti luka bekas episiotomi yang telah dijahit, luka pada vagina dan serviks, umumnya bila tidak seberapa luas akan sembuh per-primam,kecuali bila terjadi infeksi. Infeksi mungkain mengakibatkan sellulitis yang dapat menjalar sampai terjadi keadaan sepsis.

E. Manifestasi klinik
Manifestasi klinik pada ibu menyusui dimasa nifas menurut Persis Mary Hammilton yaitu :
Kontraksi pada interval
Interval antar kontraksi secara bertahap memendek.
Durasi dan intensitas kontraksi meningkat
Rasa tidak nyaman mulai di belakang dan menjalar ke abdomen.
Berjalan biasanya menyebabkan meningkatnya intensitas kontraksi.
Dilatasi dan pendataran serviks mengalami kemajuan

F. Laktasi
Kelenjar mamma telah dipersiapkan semenjak kehamilan umumnya produksi ASI baru terjadi hari kedua atau ketiga pasca persalinan, dimana masing-masing buah dada terdiri 14 – 24 lobus yang terletak terpisah satu sama lain oleh jaringan lemak. Laktasi dapat diartikan dengan pembentukan dan pengeluaran air susu ibu Sejak kehamilan muda, sudah terdapat persiapan-persiapan pada kelenjar-kelenjar mamma untuk menghadapi masa laktasi ini. . Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan dan pengeluaran air susu ibu adalah faktor anatomis, faktor biologis makanan yang dimakan ibu, faktor istirahat dan faktor isapan anak.
Terdapat pada perubahan padakedua mamma antara lain sebagai berikut :
1. proliferasi jaringan, terutama kelenjar-kelenjar dan alveolus mamma dan lemak.
2. pada duktus laktiferus terdapat cairan yang kadang-kadang dapat dikeluarkan, berwarna kuning ( kolostrum)
3. hipervaskularisasi terdapat pada permukaan maupun pada bagian dalam mamma. Pembuluh-pembuluh vena berdilatasi dan tampak dengan jelas. Tanda ini merupakan pula salah satu tanda tidak pasti untuk membantu diagnosis kehamilan.dihasilkanpu
4. setelah partus, pengaruh menekan dari estrogen dan progesterone terhadap hipofisis hilang. Timbul pengaruh hormone-hormon hipofisis kembali,antara lain hormone laktogenik ( prolaktin ) yang akan dihasilkan pula.



G. Beberapa Perubahan Lain Pada Masa Nifas
• Perubahan anatamis
After fains atau mules-mules sesudah partus akibat kontraksi uterus kadang-kadang sangat mengganggu selama 2-3 hari postpartum.perasaan mules ini lebih terasa bila wanita tersebut sedang menyusui.
Suhu badan wanita in partu tidak lebih dari 37,5 derajat Celcius,sesudah partu dapat naik ± 0,5 derajat Celcius dari keadaan normal,tetapi tidak melebihi 38 derajat Celcius. Nadi berkisar umumnya antara 60-80 denyutan permenit. Pada masa nifas umumnya denyut nadi lebih labil dibandingkan dengan suhu badan. Pada beberapa kasus ditemukan keadaan hipertensi postpartum. Tetapi ini akan menghilang dengan sendirinya apabila tidak terdapat penyakit-penyakit lain yang menyertainya dalam ± 2 bulan tanpa pengobatan.
Abdomen terutama uterus harus diawasi secara teliti dalam masa nifas. Pada hari pertama tinggi fundus kira-kira satu jari dari bawah pusat,setekah lima hari menjadi 1/3 jarak antara simfisis ke pusat. Dan setelah 10 hari fundus uteri sulit diraba di atas simfisis. Syarat pemeriksaan ini adalah kandung kencing harus kosong.
Lokia adalah secret yang berasal dari kavum uteri dan vagina dalam masa nifas. Pada hari pertama dan kedua disebut lokia rubra atau lokia kruenta yang terdiri atas darah segar bercampur sisa-sisa selaput ketuban, sel-sel desidua, sisa vernik kaseosa, lanugo dan mekoneum. Hari berikutnya darah bercampur lendir disebut lokia sanguinolenta. Setelah satu minggu lokia cair tidak berdarah lagi, warnanya agak kuning, disebut lokia serosa. Setelah dua minggu, lokia hanya merupakan cairan putih disebut lokia alba. Biasanya lokia agak sedikit amis, bila terdapat infeksi.dan akan barbau tak sedap, umpamanya pada adanya lokiostasis ( lokia tidak lancer keluar ).
Pada akhir hari nifas kedua kuman-kuman di vagina dapat mengadakan kontaminasi pada uterus. Akan tetapi tidak semua wanita dalam masa nifas mengalami infeksi oleh karena adanya lapisan pertahanan terdiri atas leokosit yang memisah endometrium yang nekrotik sebab di samping itu kuman-kuman itu relative tidak virulen. Lain halnya bila persalinan belangsung lama dan diadakan tindakan yang menimbulkan perlukaan. Di samping kurangnya virulensi kuman-kuman yang ada, penderita mempunyai pula kekebalan terhadap infeksi. Pertahanan itu akan jauh berkurang atau tidak ada sama sekali bila keadaan umum penderita buruk akibat adanya pendarahan, keletihan syok, luka-luka di jalan lahir dan sebagainya.
Houfbaeur mengemukakan adanya suatu system pertahanan pada dasar ligamentum latum yang terdiri atas kelompok-kelompok infiltrate sel-sel bulat, yang di samping mengadakan pertahanan terhadap penyerbuan kuman-kuman, bermanfaat pula untuk menghilangkan jaringan-jaringan nekrotik.

• Perubahan psikologi pada ibu nifas
Menurut Reva Rubin (1960) proses adaptasi psikologis pada ibu nifas melalui 3 fase yaitu :
a. Fase taking in (fase mengambil).
Terjadinya pada hari 1 – 3 post partum
Dalam memenuhi kebutuhan sangat tergantung pada orang lain.
Sulit mengambil keputusan.
b. Fase taking hold
Terjadinya pda hari 4 – 10 post partum
Sikap aktif dan positif serta lebih mandiri namun masih memerlukan bantuan orang lain.Masih ada kurang percaya diri tetapi fokus perhatian mulai meluas.
Tenaga ibu mulai sehat dan meningkat serta merasa lebih nyaman.
c. Fase letting go
Terjadi setelah 10 hari post partum.
Mulai menjalankan peranannya dan sudah punya konsep.
Mampu merawat bayinya, dirinya sendiri dan mulai sibuk dengan tanggung jawab sebagai ibu.
H. Hemokonsentrasi
Pada masa hamil didapat hubungan pendek yang dikenal sebagai shunt antara sirkulasi ibu dan plasenta. Setelah melahirkan,shunt akan menghilang secara tiba-tiba.Volume darah pada ibu akan bertambah, keadaan ini akan menimbulkan beban pada jantung, sehingga dapat menimbulkan dekompensasi kordis pada penderita –penderita visium kordis. Untung keadaan ini dapat diatasi dengan mekanisme kompensasi dengan timbulnya hemokonsentrasi sehingga volume darah kembali seperti sediakala. Umumnya hal ini terjadi pada hari-hari ke 3 sampai 5 hari postpartum.

I. Test Diagnostik
Test diagnostik yang biasanya diberikan pada ibu nifas yaitu : test laboratorium terutama terhadap hematokrit untuk melihat konsentrasi darah dalam tubuh setelah 3 hari post partum. Normal hematokrit pada saat tersebut adalah 42 %.
J. Penanganan Medik
Penanganan medik yang dilakukan pad ibu nifas adalah :
1. Perawatan perineum
2. Perawatan episiotomi
3. Perawatan hemoroid : hemoroid biasanya menyertai persalinan. Perawatannya dengan memberikan kompres dingin untuk menurunkan atau mengurangi bengkak pada hemoroid.
4. Perawatan payudara

K. Perawatan Postpartum
Perawatan postpartum dimulai sejak kala uri dengan menghindari adanya kemungkinan-kemungkinan perdarahan postpartum dan infeksi. Penolong persalinan harus tetap waspada, sekurang-kurangnya satu jam postpartum, untuk mengatasi kemungkinan perdarahan. Delapan jam postpartum wanita tersebut harus tidur telentang miring ke kiri atau ke kanan, untuk mencegah adanya trombosis. Pada hari kedua bila perlu telah dapat dilakukan latihan-latihan senam. Umumnya pada hari ketiga ia dapat duduk, pada hari keempat berjalan, dan hari kelima dapat dipulangkan.
Diet yang diberikan harus bermutu tinggi dengan cukup kalori, mengandung cukup protein, cairan, serta banyak buah-buahan, karena wanita tersebut mengalami hemokonsentrasi.miksi atau berkemih harus harus secepatnya dapat dilakukan sendiri. Tidak jarang wanita tidak dapat kencing sendiri akibat pada partus muskulus , sepingter vesika et uretrae mengalami tekanan oleh kepala janin sehingga fungsinya terganggu.
Bila wanita itu sangat mengeluh tentang adanya after pains atau mules-mules dapat diberikan analgetik atau sedative supaya ia dapat beristirahat atau tertidur. Delapan jam postpartum wanita tersebut disuruh mencoba menyusui bayinya untuk meransang timbulnya laktasi. Kecuali bila adanya kontraindikasi, seperti wanita yang menderita fitus abdominalis, TB aktif, vitium kordis berat, tireotoksikosis, DM berat, psikosis, putingnya tertarik kedalam ( retracted nipples ), dan morbus Hansen. Bayi dengan labiognato, plato skizis tidak dapat menyusu oleh karena tidak dapat menghisap. Hendaknya hal ini diketahui oleh dokter atau bidan yang menolongnya.minumannya harus diberikan melalui sonde. Bayi yang dilahirkan dengan alat-alat seperti ekstraktor vakum atau cunam dianjurkan untuk tidak menyusu sebelum benar-benar diketahui tidak ada trauma kapitis, karena morbiditas dan mortalitas bayi pada kehamilan tersebut tinggi. Pada hari ketiga atau keempat bayi tersebut baru boleh menyusu bila tidak ada kontraindikasi.

L. Perawatan Mamma
Kedua mamma harus sudah dirawat selama kehamilan,aerola mammae dan putting susu dicuci teratur dengan sabun dan diberi minyak atau kriem agar tetap lemas, agar jangan kelak mudah lecet dan pecah-pecah.Sebelum menyusui mamma harus dibuat lemas dengan melakukan massage serta menyeluruh. Setelah aerola mammae dan puting dibersihkan barulah bayi disusui.
Bila bayi meninggal, laktasi harus dihentikan dengan cara diadakan pembalutan kedua mamma hingga tertekan, dan dapat pula diberikan estrogen, sehingga pengeluaran hormone laktogenik tertekan.

M. Pemeriksaan Postnatal
Di Indonesia ada kepercayaan bahwa wanita bersalin baru dibolehkan keluar rumah setelah 40 hari ;malahan dianjurkan untuk keluar rumah yang dikenal sebagai “ tirap “kebiasaan ini hendaknya dipakai pula oleh para penolong wanita bersalin untuk memesan kembali para ibu 6 minggu sesudah melahirkan.
Yang harus diperiksa adalah :
1. Keadaan umum
2. Keadaan payudara dan putingnya
3. Dinding perut apakah ada hernia
4. Keadaan perineum
5. Kandung kencing ( apakah ada sistokel atau uretrokel )
6. Rectum ( apakah ada retrokel dan pemeriksaan tonus dari muskulus spingter ani )
7. Adanya fluor albus
8. Keadaan serviks,uterus, dan adneksa harus pula diperikasa secara seksama.
Adanya erosio, radang, atau kelainan-kelainan harus segera diobati agar tidak menjadi berat. Fisioterapi baik pula diberikan.
Perdarahan yang mungkin terjadi dalam masa 40 hari ini biasanya disebabkan oleh adanya subinvolusio uteri. Dengan penderita disuruh tidur dan diberi tablet ergometrin umumnya pedarahan akan berhenti. Bila perdarahan tetap ada, maka sebaiknya dikerjakan kerokan untuk menyingkirkan kemungkinan-kemungkinan adanya sisa-sisa plasenta. Haid pertama pada sesudah persalinan kadang-kadang banyak, tetapi tidak jarang ini dapat teratasi dengan tiduran dan pemberian ijskap diatas simfisia. Bila serviks tampak hiperemik, meradang, dan erosi, dan ada persangkaan kearah keganasan, maka seharusnya dilakukan pemeriksaan sitologi dan eksisi percobaan untuk menyingkirkan keganasan. Bila tidak ada keganasan, maka pengobatan dengan kauterasi ( kimiawi dan elekttrik ) atau cryosurgery sudah cukup untuk kelainan tersebut.







DAFTAR PUSTAKA

• Prof.Dr.Prawirohardjo,Sarwono.1984.Ilmu Kebidanan.Jakarta:Yayasan Bina Pustaka.

My Friends