Google Translate

Jumat, 26 Februari 2010

Penemuan Candi Tanjungpura Kuno di Benua Lama

Penemuan Candi Tanjungpura Kuno di Benua Lama 

Penemuan candi yang diduga merupakan situs peradapan kerajaan Tanjungpura kuno masih belum tuntas. Balai arekologi Banjarmasin (Balar Banjar) yang mengadakan penelitian di kawasan ini telah berhasil menyingkap beberapa temuan yang dinilai cukup maju. Namun demikian penemuan ini masih dalam tarap awal, masih banyak misteri yang belum terungkap. Situs ini merupakan salah satu peninggalan purbakala yang terdapat di Kalimantan Barat yang diduga merupakan Candi Tanjungpura Kuno. Nama inipun merupakan nama sementara, karena dari hasil penelitian belum diketahui apakah struktur bangunan bata merah tersebut adalah candi tempat pemujaan, bangunan batas kota seperti layaknya pintu gerbang atau juga bisa tanda tanda prasasti (stamba) . Sebenarnnya Balar Banjar bukan merupakan peneliti pertama, dulu pada tahun tujuh puluh telah pula diadakan penggalian yang dilaksanakan oleh para peneliti terdahulu, tetapi karena tidak ada laporan dan instansi terkait yang menangani hal ini belum mengetahui secara jelas apa benda purbakala yang ada dikawasan ini menyebabkan adanya kesenjangan informasi dengan para peneliti terakhir. Candi ini terletak di desa Negeri baru yang terkenal dengan nama benua lama, di Kec. Benua Kayong Kabupaten Ketapang. Letak Candi ini di pinggir sungai pawan. Dari hasil temuan terdapat beberapa bahan penting yang ditemukan, pertama adalah adanya lumpang ( lesung) dari bahan batu andesit yang di yakini merupakan perlatan rumah tangga masyarakat Tanjungpura tempo dulu. Lumpang berukuran 40 cm tersebut terbuat dari bahan batu andesit yang tak ada di Kalimantan, sehingga ada kemungkinan impor dari luar, apakah dari Jawa atau dari Sumatera. Kemudian pada struktur bata merah tersebut dapat dilihat adanya bentuk kaki arca, relip pada dinding pintu masuk. Struktur bangunan memang Nampak seperti candi, namun hampir ¾ bahannya sudah hilang. Temuan lain adalah adanya batu lingga yang sudah rusak, namun terdapat dasar lingga yang bersegi lima, yang menjadi ciri dari Lingga. Candi Tanjungpura diduga sebagai pusat asal mula Kerajaan Tanjung Pura purba yang dahulu pernah berjaya pada abad ke 13-14. Bisa jadi nama Tanjung pura adalah asal muasal nama Tanjung yang disitu ada pura atau candi. Melihat dari bentuk dan struktur candi yang terbuat dari bata merah ini , boleh jadi mirif dengan candi-candi yang ada di jawa timur . Teori ini dapat dibenarkan dengan adanya makam muslim yang berada di desa tersebut juga yang mirif dengan makam-makam muslim di Troloyo di trowulan ibukota Majapahit Kuno yang berdiri di abat ke 13 atau 14. Atau bisa jadi candi bata merah ini lebih mirif ke budaya Sriwijaya seperti halnya candi muara takus di Riau yang merupakan peninggalan kerajaan Melayu Sriwijaya (Yudo Sudarto)

Tidak ada komentar:

My Friends